KULON PROGO - Kalurahan Salamrejo, Sentolo menawarkan olahan jagung yang cocok bagi pengidap diabetes. Sebagai daerah dengan ciri khas jagungnya, kalurahan menggelar festival pangan mengangkat hilirisasi produk jagung.
Lurah Salamrejo Dani Pristiawan menjelaskan, pihaknya ingin mengenalkan kembali tanaman pangan jagung"Kalurahan kami dulunya merupakan salah satu sentra penghasil jagung di Kulon Progo," ucap Dani, saat ditemui Radar Jogja di lapangan Salamrejo, Minggu (3/8).
Berjalannya waktu, tanaman pangan jagung mulai tergantikan oleh beras sebagai makanan kebutuhan pokok. Dari situ, jagung mulai banyak tak dilirik. Padahal, jagung memiliki keunggulan dibandingkan beras. Salah satunya sebagai pangan dengan indeks glikemik sedang, cocok dikonsumsi pengidap diabetes.
Festival yang diselenggarakan di Lapangan Salamrejo itu, berfokus mengenalkan beragam produk jagung. Menunjukkan hilirisasi produk jagung menjadi beragam olahan makanan yang siap santap. Salah satu yang menjadi olahan unggulan berupa onde-onde jagung.
Berasal dari tepung jagung, dengan baluran wijen di atasnya membuat kudapan ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Salamrejo. "Selain jagung, kami juga ingin menunjukkan kegiatan 20 KWT asal kalurahan kami," ujarnya.
Festival menjadi ajang ketangkasan KWT dalam mengolah panen jagung. Selain itu, KWT juga mendirikan stand pada festival untuk menunjukkan hasil panen dari KWT.
Festival yang digelar 2 hingga 3 Agustus itu juga ditutup dengan pembagian jagung bakar gratis. Tentu acara itu, ditunggu masyarakat banyak. Ada ribuan masyarakat yang ikut berdatangan mengikuti festival itu.
Sebelumnya, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko saat membuka festival itu mendukung kegiatan tersebut. Pasalnya, pangan alternatif juga harus disosialisasikan ke masyarakat luas.
"Produk-produk masayarakat Salamrejo sudah memiliki identitas, mari kita dorong agar bisa menembus pasar," ujarnya.
Ambar menjelaskan, festival diharapkan mampu mengenalkan produk asli Salamrejo. Pemkab Kulon Progo berkomitmen, agar produk lokal bisa menembus pasar nasional hingga global. Ambar mencontohkan, produk onde-onde bisa dipasakan ke Tomira. Tentunya kualitas produk perlu ditingkatkan. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo