RADAR JOGJA - Ketika mendengar kata "kari," banyak dari kita langsung teringat pada kari khas India yang penuh rempah atau kari Jepang yang kental dan sedikit manis. Namun, tahukah kamu bahwa banyak negara lain juga memiliki versi karinya sendiri? Setiap negara punya ciri khas dalam mengolah bumbu, rasa, dan bahan dasar yang membuat kari mereka unik dan menarik untuk dicoba.
1. Thailand
Kari Thailand dikenal dengan rasa yang tajam dan aroma kuat dari bahan-bahan seperti serai, lengkuas, daun jeruk, dan santan. Thailand memiliki berbagai jenis kari seperti kari merah (pedas), kari hijau (lebih pedas), dan kari kuning (lebih ringan). Bumbu dasar kari Thailand biasanya dibuat dari pasta kari yang ditumis terlebih dahulu sebelum ditambahkan santan.
2. Malaysia
Malaysia memiliki kari yang sangat kaya rasa, hasil perpaduan budaya Melayu, India, dan Cina.
Kari di Malaysia biasanya menggunakan santan dan daun kari, dengan rasa yang gurih dan aromatik.
Salah satu yang terkenal adalah kari ayam dan kari kepala ikan yang sering disantap dengan nasi lemak atau roti canai.
3. Sri Lanka
Kari Sri Lanka memiliki karakteristik yang unik karena menggunakan banyak kelapa (baik santan maupun parutan), daun pandan, dan kayu manis Ceylon.
Rasa kari dari negara ini cukup tajam dan berani, seringkali sangat pedas dan berlapis rasa. Kari ikan dan kari daging kambing adalah favorit di sana.
4. Karibia (Caribbean Curry)
Di negara-negara Karibia seperti Jamaika dan Trinidad, kari hadir dengan sentuhan lokal yang dipengaruhi oleh budaya India.
Mereka menggunakan bumbu seperti allspice dan daun thyme, dan kari sering disajikan dengan roti pipih atau nasi dan kacang. Chicken curry dan goat curry adalah hidangan yang umum ditemui.
5. Myanmar (Burma)
Kari Myanmar atau "hin" biasanya lebih berminyak dibandingkan versi Asia Tenggara lainnya.
Kari ini dibuat dengan banyak bawang dan minyak, serta bumbu khas seperti terasi dan kunyit.
Rasa kari Myanmar sangat kaya dan cocok disantap bersama nasi putih dan lauk pelengkap seperti acar atau sayuran rebus.
(Adinda Tyas Ramadhani)
Editor : Iwa Ikhwanudin