RADAR JOGJA - Di tengah hiruk-pikuk Yogyakarta yang dipenuhi dengan ragam kuliner menggoda, terdapat satu nama yang telah mengukir jejak panjang di hati para pecinta soto.
Yakni, Soto Segeer Hj Fatimah.
Meski sederhana, warung ini menyimpan sejarah dan cita rasa yang terus bertahan sejak akhir 90-an.
Siapa sangka, dari sebuah usaha kaki lima di Boyolali, kini Soto Hj Fatimah telah menjelma menjadi salah satu ikon soto bening yang melegenda di Jawa Tengah, termasuk Yogyakarta.
Awal Mula yang Sederhana
Soto Hj Fatimah pertama kali dirintis pada tahun 1998 oleh seorang ibu tangguh bernama Hj Fatimah.
Berbekal resep turun-temurun dan semangat pantang menyerah, beliau mulai menjajakan sotonya dari gerobak kecil di Boyolali.
Tidak butuh waktu lama, racikan kuah bening yang segar, kaya rempah, dan gurih alami itu berhasil memikat banyak pelanggan.
Dari usaha kecil, Soto Hj Fatimah berkembang pesat hingga memiliki 14 cabang yang tersebar di berbagai kota, seperti Solo, Salatiga, Klaten, Magelang, hingga Yogyakarta.
Salah satu cabang yang cukup terkenal di kalangan warga Jogja adalah yang terletak di daerah Deresan, tepatnya di utara percetakan Kanisius.
Menu Andalan yang Bikin Nagih
Meski namanya soto, tapi jangan salah sangka, soto di sini punya sentuhan khas yang membuatnya beda dari kebanyakan.
Ada dua varian utama yang jadi primadona: Soto Ayam Kampung dan Soto Daging Sapi.
Keduanya disajikan dengan kuah bening yang terasa ringan tapi tetap kaya rasa.
Soto ayamnya menggunakan daging ayam kampung pilihan yang lembut dan gurih, cocok disantap pagi hari.
Sedangkan soto sapi-nya terkenal dengan potongan daging yang empuk tanpa lemak berlebih, menjadikannya favorit banyak pengunjung.
Tak lengkap rasanya tanpa tambahan lauk seperti tempe mendoan hangat, sate ati ampela, atau sate paru dan kikil yang tersedia di meja.
Harga Merakyat, Rasa Juara
Salah satu alasan mengapa warung ini tetap ramai dari dulu hingga sekarang adalah karena harga yang sangat terjangkau.
Dengan hanya Rp 10.000 – Rp 11.000 per porsi, siapa pun bisa menikmati semangkuk soto hangat dengan porsi yang pas dan rasa yang memuaskan.
Cocok untuk mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan yang ingin sarapan hemat tapi nikmat.
Lokasi dan Jam Operasional
Jika kamu ingin mencicipi langsung soto legendaris ini, bisa langsung datang ke cabang Deresan, Yogyakarta.
Letaknya cukup strategis dan mudah ditemukan, terutama bagi kamu yang tinggal di sekitar area kampus.
Warung ini buka setiap hari, mulai pukul 05.30 pagi hingga 20.00 malam, jadi kamu bisa mampir kapan saja, entah untuk sarapan, makan siang, atau bahkan makan malam ringan.
Lebih dari Sekadar Soto
Soto Hj Fatimah bukan sekadar tempat makan biasa.
Ia menjadi bukti bahwa dengan konsistensi, kerja keras, dan kejujuran rasa, sebuah usaha kecil bisa tumbuh menjadi waralaba kuliner yang dicintai banyak orang.
Setiap sendok kuahnya seolah menyimpan cerita perjuangan dan kehangatan rumah, membuat siapa pun yang mencicipi selalu ingin kembali. (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva