RADAR JOGJA - Berbicara tentang kuliner mendoan, khususnya mendoan Banyumas, kita tidak bisa asal sebut semua tempe goreng tepung sebagai "mendoan."
Sebab, ada ciri khas yang bikin mendoan Banyumas beda kelas dibanding mendoan di daerah lain.
Nama mendoan berasal dari kata dalam bahasa Banyumasan, yaitu "mendo", yang berarti lembek atau setengah matang.
Kata ini menggambarkan cara menggoreng tempe mendoan yang hanya sebentar, sehingga hasilnya tetap lembut dan tidak kering.
Mendoan sendiri sudah menjadi makanan khas Banyumas sejak lama dan awalnya dibuat sebagai camilan pendamping teh atau kopi, bahkan banyak juga yang menyantap mendoan sebagai lauk pauk bersama nasi.
Seiring waktu, mendoan semakin populer dan menjadi ikon kuliner khas Banyumas yang digemari banyak orang. Yuk, kita bahas detailnya!
Memperhatikan Tingkat Kematangan: "Setengah Matang, Tapi Tetap Juara!"
Mendoan Banyumas itu unik karena digoreng setengah matang, alias masih lembek dan luwes saat digigit.
Beda sama tempe goreng tepung biasa yang kriuk di luar, mendoan Banyumas lebih ke lembut, hangat, dan lumer di mulut.
Kalau kamu ketemu mendoan yang kering, itu bukan mendoan asli Banyumas, tapi sudah naik kasta jadi "tempe kemul."
Pemilihan Tempe: "Lebar, Tipis, dan Berpola Cantik"
Mendoan Banyumas pakai tempe khusus yang namanya tempe gembus tipis atau tempe papan lebar.
Tempenya dipotong lebar-lebar (bisa seukuran telapak tangan) dan tipis, jadi saat digoreng tetap fleksibel, gak keras.
Di daerah lain, biasanya tempenya lebih tebal atau dipotong kecil-kecil.
Membuat Adonan Tepung: "Berbumbu, Bertekstur, dan Lebih dari Sekadar Lapisan"
Adonan tepung mendoan Banyumas gak asal tepung dan air doang. Ada racikan bumbu khas, biasanya campuran:
• Tepung terigu & tepung beras buat tekstur yang ringan.
• Bawang putih & ketumbar buat aroma dan rasa yang khas.
• Daun bawang wajib ada buat rasa dan tampilan yang lebih otentik.
Hasilnya? Lapisan tepungnya gak terlalu tebal dan tetap bertekstur pas.
Teknik Khusus dalam Menggoreng: "Berenang di Minyak Panas"
Mendoan asli Banyumas digoreng dengan minyak banyak dan panas, tapi sebentar saja!
Tujuannya biar bagian luar setengah matang, tapi dalamnya masih moist dan juicy.
Kalau terlalu lama? Ya jadinya tempe goreng biasa, bukan mendoan.
Menggunakan Sambal Kecap: "Manis, Pedas, dan Bikin Nagih!"
Makan mendoan tanpa sambal kecap itu ibarat langit tanpa bintang.
Di Banyumas, sambalnya khas:
• Kecap manis asli (bukan kecap encer)
• Cabai rawit merah diuleg kasar biar ada sensasi pedasnya
• Kadang ditambah bawang merah cincang buat aroma makin mantap
Kesimpulannya Mendoan Banyumas itu Khas dan Gak Bisa Ditiru Sembarangan!
Terus Apa sih yang Membedakan dengan Mendoan Lain?
Mendoan di luar Banyumas mungkin mirip, tapi seringkali digoreng sampai kering (sudah gak "mendo" lagi!), tempenya terlalu tebal atau terlalu kecil, tepungnya kurang berbumbu atau terlalu tebal, dan yang terakhir sambal kecapnya kurang nendang.
Jadi, kalau mau ngerasain mendoan sejati, ya harus cobain langsung di tanah Banyumas! (Adinda Fatimatuzzahra)
Editor : Meitika Candra Lantiva