RADAR JOGJA - Medan, sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, tak hanya dikenal karena ukuran dan keragamannya namun juga sebagai surganya kuliner lezat.
Kota yang kaya akan etnis, budaya, dan agama ini telah mengembangkan berbagai sajian kuliner unik yang tak lepas dari sejarah panjangnya, salah satunya adalah Nasi Kentut.
Nama yang nyeleneh membuat banyak orang penasaran dan ingin mencicipi hidangan ikonik dari ibu kota Sumatra Utara ini.
Dikutip dari laman indonesia.go.id, Nasi Kentut mungkin belum sepopuler kuliner Medan lainnya seperti Bika Ambon atau Soto Medan, namun bagi warga Sumatra Utara, hidangan ini menjadi salah satu menu favorit yang wajib dicoba.
Meski nama hidangan ini bisa mengundang senyum, kelezatannya telah membuatnya populer di kalangan masyarakat setempat.
Nasi Kentut disajikan dengan tekstur lembut, aroma khas yang harum, dan rasa lezat yang menggugah selera.
Nama 'kentut' pada kuliner ini tak berarti nasi tersebut memiliki aroma tak sedap. Nama ini sebenarnya berasal dari daun kentut (Paederia foetida), tanaman khas daerah setempat yang digunakan sebagai bahan utama pembuatannya.
Di beberapa daerah, daun kentut lebih dikenal sebagai daun sembukan, yang telah lama digunakan masyarakat lokal karena segudang khasiat kesehatannya.
Daun sembukan ini diyakini memiliki banyak manfaat, mulai dari melancarkan pencernaan, mengatasi perut kembung, mengobati maag, hingga membantu meredakan cacar ular atau herpes zoster.
Bahkan, daun ini juga dikenal efektif meredakan berbagai gejala panas dalam seperti sariawan, sakit tenggorokan, hingga bibir pecah-pecah.
Khasiat daun ini yang dipercaya dapat mengatasi masalah lambung dan pencernaan menjadi alasan nama 'kentut' tetap melekat bahkan setelah daun tersebut diolah dalam hidangan kuliner.
Nasi Kentut khas Medan ini diolah dengan bumbu rempah-rempah yang menambah aroma dan cita rasa unik.
Umumnya, nasi ini dibungkus daun pisang lalu dibakar, namun beberapa tempat juga menyajikannya dengan cara dikukus atau dipanggang.
Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan berbagai lauk khas Medan seperti ikan teri, kentang pedas, pepes oncom, tumis sayur, hingga ayam goreng.
Tak lupa, sambal terasi atau sambal ijo sering kali ditambahkan untuk memberikan cita rasa yang lebih lengkap. Daun kentut juga kerap dijadikan lalapan pelengkap sajian.
Di Medan, nasi ini cukup mudah ditemukan di berbagai warung makan dan restoran, dengan harga ramah di kantong antara Rp 5.000 hingga Rp 15.000, bergantung pada lauk yang dipilih.
Editor : Winda Atika Ira Puspita