RADAR JOGJA - Nasi tiwul adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung gaplek sebagai menggantikan nasi putih.
Nasi tiwul berbahan dasar singkong merupakan makanan yang paling umum dimakan masyarakat pada waktu itu.
Singkong dapat menjadi pasokan karbohidrat menggantikan jagung dan beras.
Keistimewaan lainnya, singkong mudah ditanam di daerah gersang.
Nasi tiwul memiliki warna hitam atau cokelat tua yang khas dan tekstur yang sedikit kenyal, aroma singkong yang kuat, untuk rasanya sedikit manis.
Singkong tidak hanya murah dan mudah didapat, karena banyak ditanam di kebun masyarakat.
Namun singkong memiliki umur simpan yang lama dan sangat mengenyangkan.
Singkong memiliki kalori lebih sedikit dibandingkan nasi dan kaya serat makanan.
Makanan ini sangat populer di beberapa daerah di Indonesia, terutama di Jawa.
Nasi tiwul ini jenis makanan yang sangat mudah ditemukan di daerah Blitar, Wonogiri, Pacitan, Gunungkidul, Wonosobo.
Ternyata nasi tiwul ini menjadi makanan pokok masyarakt jawa pada masa penjajahan jepang.
Nasi tiwul menjadi makanan masyarakat ketika musim kemarau yang berkepanjangan, daerah yang rawan kekringan dan gersang seperti daerah Wonogiri, Blitar, Gunungkidul dan Sukoharjo pada waktu itu.
Selain itu nasi tiwul identik dengan makanan orang miskin pada zaman penjajahan karena tidak mampu membeli beras sehingga nasi tiwul menjadi alternatif dari beras.
Nasi tiwul ini sebenarnya makanan yang memiliki kandungan gizi yang cukup besar mulai dari karbohidrat, lemak, vitamin B1, Kandungan serat pada nasi tiwul dapat menjadi alternatif untuk menurunkan berat badan.
Pada saat ini nasi tiwul sudah jarang masyarakat yang mengonsumsi nasi tiwul menjadi makanan pokok, nasi tiwul pada saat ini sebagai jajanan pasar. (Septian Adi Nugroho)
Editor : Meitika Candra Lantiva