Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengulik Sejarah dan Inovasi di Balik Jadah Tempe Mbah Carik Kaliurang: Kuliner Khas Jogja yang Kelezatannya Diakui Sri Sultan HB IX

Izzatul Akmal Fikri • Kamis, 29 Agustus 2024 | 18:14 WIB
Jadah Tempe Mbah Carik.
Jadah Tempe Mbah Carik.

RADAR JOGJA - Jadah Tempe, salah satu hidangan khas Nusantara telah lama memikat lidah para penikmat kuliner dengan kelezatannya.

Di Yogyakarta, salah satu yang paling dikenal adalah Jadah Tempe Mbah Carik, sebuah ikon kuliner yang tidak hanya terkenal karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena kisah sejarah yang menyertainya.

Asal-usul Jadah Tempe Mbah Carik berakar dari tahun 1950-an, ketika Mbok Sastrodinomo, istri dari Carik Sastrodinomo, mulai berjualan aneka makanan di Telaga Putri, Kaliurang.

Awalnya, jadah dipadukan dengan jeroan sapi, namun karena kesulitan mendapatkan bahan tersebut, digantikan dengan tempe bacem.

Tempe bacem dengan rasa manis gula Jawa dipadukan dengan jadah yang gurih menciptakan kombinasi rasa yang sangat menggugah selera.

Kelezatan Jadah Tempe ini ternyata juga mendapat pengakuan dari Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

Sultan memberikan nama "Jadah Tempe Mbah Carik" sebagai bentuk dukungan dan harapan agar kuliner ini membawa rezeki bagi keluarga.

Nama tersebut ternyata terbukti membawa berkah dan hingga kini Jadah Tempe Mbah Carik tetap menjadi favorit banyak orang.

Menurut Angga Kusuma Wibowo, salah satu pengelola Jadah Tempe Mbah Carik saat ini, Sultan HB IX bahkan sering mengutus abdi dalem-nya untuk membeli jadah tempe di Kaliurang.

Tidak jarang, kerabat Keraton Yogyakarta juga mengunjungi lokasi tersebut khusus untuk menikmati hidangan ini.

Jadah Tempe Mbah Carik dengan penampilan yang mirip "Burger Jawa" karena susunan jadah dan tempe yang berlapis-lapis, terus mempertahankan popularitasnya, baik di kalangan warga lokal maupun wisatawan.

Seiring waktu, resep asli Jadah Tempe Mbah Carik tetap terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Namun, inovasi juga dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin luas.

Kini, Jadah Tempe Mbah Carik menawarkan produk kemasan beku (frozen) yang bisa bertahan hingga delapan bulan di dalam lemari pendingin.

Kapasitas produksinya mencapai 25 hingga 50 kg per hari untuk jadah dan 2.000 tempe bacem, dengan pengiriman produk frozen ke berbagai wilayah, termasuk Kalimantan dan Papua.

Dengan tetap menjaga keaslian rasa dan melakukan inovasi yang sesuai zaman, Jadah Tempe Mbah Carik terus menjadi salah satu kuliner khas Yogyakarta yang patut dilestarikan dan dinikmati oleh semua kalangan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#kuliner Jogja #raja keraton yogyakarta #Sri Sultan Hamengkubuwono IX #ikon kuliner #Yogyakarta #sultan #kuliner khas yogyakarta #Jadah Tempe Kaliurang #Kuliner #Sri Sultan HB IX