RADAR JOGJA – Yangko merupakan salah satu camilan manis dan kenyal yang digemari banyak orang.
Yangko ini terbuat dari tepung ketan, Yangko memiliki tekstur yang sedikit lebih padat dan bentuk kotak yang khas dibandingkan mochi Jepang.
Rasanya yang manis dan pilihan rasa yang beragam menjadikannya favorit wisatawan sebagai salah satu oleh-oleh khas Yogyakarta.
Dilangsir dari Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, Yangko bukan sembarang camilan.
Kue ini memiliki sejarah panjang yang berawal dari Kotagede, sebuah kawasan di Yogyakarta.
Dahulu, Kotagede merupakan ibukota Kerajaan Mataram Islam, dan Yangko dinikmati sebagai makanan istimewa para raja, bangsawan, dan priyayi.
Konon, Yangko pertama kali diperkenalkan oleh Mbah Ireng, kakek buyut Suprapto, pada tahun 1921.
Meskipun baru populer di kalangan masyarakat pada tahun 1939, Yangko Pak Prapto, yang didirikan oleh Suprapto, tetap menjadi salah satu penjual Yangko ternama di Yogyakarta hingga saat ini.
Membuat Yangko membutuhkan ketelatenan dan waktu yang tidak sebentar.
Pertama, beras ketan dikukus dan dijemur hingga kering.
Setelah digoreng tanpa minyak, beras ketan ditumbuk halus menjadi tepung.
Selanjutnya, tepung dicampur dengan air gula dan rasa yang diinginkan, dimasak, dan didinginkan.
Adonan yang telah dingin dipotong kotak dan dibaluri tepung terigu sebelum dikemas dengan kertas minyak.
Yangko menawarkan perpaduan rasa manis dan aroma yang menggoda, membuat siapa pun ingin mencicipinya.
Teksturnya yang kenyal dan lembut di mulut memberikan sensasi makan yang menyenangkan.
Lebih dari sekadar camilan lezat, Yangko memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Menikmati Yangko bukan hanya memanjakan lidah, tetapi juga menapaki jejak kuliner leluhur dan merasakan kekayaan budaya Yogyakarta.
Editor : Bahana.