RADAR JOGJA - Pernah merasakan lidah gatal, bibir perih, atau mulut seperti terbakar setelah makan nanas?
Kondisi ini cukup umum terjadi.
Salah satu penyebabnya adalah bromelain, enzim alami dalam nanas yang berfungsi memecah protein.
Selain itu, kandungan asam pada buah ini juga dapat memicu rasa perih di mulut.
Meski sering menimbulkan rasa tidak nyaman, sensasi tersebut umumnya bersifat sementara.
Baca Juga: Bay Culture Show: Keajaiban "Ramayana Beyond The Waves" Siap Kembali Memukau di Jogja Bay pada 24 &
Namun, penting untuk mengetahui penyebabnya agar bisa membedakan iritasi biasa dengan reaksi alergi.
Bromelain merupakan kelompok enzim pemecah protein yang ditemukan pada buah dan batang tanaman nanas.
Enzim ini juga dimanfaatkan dalam dunia kuliner untuk membantu mengempukkan daging.
Saat nanas segar dikunyah, bromelain dapat memengaruhi protein pada permukaan jaringan mulut.
Baca Juga: Hancurkan Viking di Villa Park, Tren Kemenangan Aston Villa di Liga Champions Berlanjut
Hal ini bisa menimbulkan sensasi gatal, perih, atau seperti tersengat.
Rasa tidak nyaman tersebut biasanya mereda setelah beberapa waktu.
Selain bromelain, ada beberapa faktor yang dapat memperparah iritasi setelah makan nanas.
• Kandungan asam: Nanas memiliki tingkat keasaman yang dapat memperparah rasa perih, terutama jika mulut sedang mengalami sariawan atau luka.
• Kristal kalsium oksalat: Senyawa berbentuk jarum mikroskopis ini dapat berkontribusi terhadap iritasi pada jaringan mulut.
• Tingkat kematangan: Nanas yang belum matang sempurna cenderung memiliki rasa lebih tajam sehingga terasa lebih mengiritasi bagi sebagian orang.
Baca Juga: Bayern Munich 2-2 Arsenal, Declan Rice Selamatkan The Gunners dari Kekalahan di Jerman
Tidak semua rasa gatal setelah makan nanas menandakan alergi. Jika sensasinya ringan dan segera menghilang, penyebabnya mungkin iritasi akibat enzim dan asam buah.
Namun, alergi perlu diwaspadai jika muncul gejala seperti bibir atau lidah membengkak, biduran, muntah, maupun kesulitan menelan.
Jika mengalami sesak napas atau pembengkakan pada lidah dan tenggorokan, segera cari pertolongan medis darurat.
Ada beberapa cara yang bisa dicoba agar nanas lebih nyaman dikonsumsi.
Baca Juga: Como Permalukan Manchester United di Sinigaglia, Lariani Menang dengan Skor 4-1
1. Pilih nanas matang. Buah yang matang sempurna umumnya memiliki rasa lebih manis dan tidak terlalu tajam.
2. Buang bagian inti. Inti nanas yang keras dapat mengandung bromelain lebih tinggi dibandingkan daging buahnya.
3. Olah dengan panas. Memasak nanas dapat menonaktifkan bromelain sehingga mengurangi efeknya.
4. Hindari saat sariawan. Kandungan asam nanas dapat memperparah rasa perih pada luka di mulut.
Lidah gatal setelah makan nanas umumnya disebabkan oleh aktivitas enzim bromelain, keasaman buah, dan faktor lain yang memicu iritasi.
Baca Juga: Terus Berinovasi, Zatra Pelopor Sabuk Bonceng Anak: Kini Memproduksi hingga 3.000 Buah
Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan dapat mereda dengan sendirinya.
Meski demikian, jangan mengabaikan gejala seperti pembengkakan atau gangguan pernapasan karena bisa menandakan reaksi alergi yang membutuhkan penanganan segera.
Editor : Meitika Candra Lantiva