Tertemper KA Pengangkut BBM di Gamping, Pria 35 Tahun Meninggal Dunia

SLEMAN – Kecelakaan kereta api kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sleman. Seorang pria berinisial EY, 35, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di jalur rel KM 539+4, Tegalyoso, Banyuraden, Gamping, Kamis (5/11) dini hari.
Korban diketahui merupakan warga Candirejo, Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 03.57.
Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan, kejadian bermula ketika KA pengangkut BBM dengan nomor lokomotif 2601 relasi Madiun–Sedayu melaju dari arah timur menuju barat.
Saat melintas di KM 539+4, masinis mendapati seorang laki-laki berjalan di atas jalur rel. Masinis kemudian berupaya memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 secara berulang kali.
Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Korban akhirnya tertemper kereta yang tengah melintas tersebut.
Baca Juga: Jose Mourinho Puji Bellingham: Dia Tampil Brilian, Dia adalah Pemain yang Unik, Dia Luar Biasa
"Masinis telah membunyikan semboyan 35 berulang kali. Namun, karena jarak sudah terlalu dekat, korban akhirnya tertemper kereta api," jelas Argo saat dikonfirmasi, Kamis (5/11).
Setelah menerima laporan kejadian, personel Polsek Gamping bersama Tim Inafis Polresta Sleman langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga melibatkan PMI Kabupaten Sleman serta perangkat kalurahan setempat. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans PMI menuju RS Bhayangkara Polda DIJ untuk penanganan lebih lanjut.
Argo menegaskan, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kejadian. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara petugas juga mengumpulkan berbagai petunjuk di lokasi.
"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi serta petunjuk lainnya guna mengetahui secara pasti penyebab kejadian tersebut," imbuhnya.
Menyikapi peristiwa tersebut, Argo mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur rel kereta api. Selain merupakan area terbatas, jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi perjalanan kereta api.
Baca Juga: Diogo Dalot: Bukan hanya Carrick, Semua Orang di Manchester United Seharusnya Merasa Tertekan
Masyarakat diminta tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di atas atau di sekitar rel demi menghindari risiko kecelakaan serupa.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




