Sering Makan Junk Food? Ini Dampaknya yang Diam-Diam Mengintai Tubuh

Syofiyanti Ningsi Dg Parany • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 08:06 WIB
Ilustrasi Junk Food. (Dok Halodoc)
Ilustrasi Junk Food. (Dok Halodoc)

 

RADAR JOGJA - Ayam goreng crispy, kentang goreng, burger dengan keju leleh, ditambah minuman manis dingin. Sulit menolak, bukan?

Sesekali memang tidak masalah.

Namun, kalau makanan seperti ini sudah menjadi menu sehari-hari, tubuh bisa mulai merasakan dampaknya tanpa kita sadari.

Junk food memang menawarkan rasa yang kuat dan menggoda.

Sayangnya, makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak ini umumnya rendah serat serta zat gizi penting.

Kalau dikonsumsi terlalu sering, berbagai masalah kesehatan bisa muncul.

Baca Juga: Bakar Sampah, Gudang Rongsok Toko Sepeda di Wonosari Gunungkidul Terbakar

Pernah berniat makan beberapa keripik, tetapi tiba-tiba satu bungkus habis? Hal ini bukan selalu soal kurangnya kontrol diri.

Makanan ultra proses sering dibuat dengan perpaduan gula, garam, dan lemak yang membuat rasanya sangat menarik.

Kombinasi tersebut dapat mengaktifkan sistem penghargaan di otak sehingga kita ingin terus memakannya.

Akibatnya, makanan yang awalnya hanya ingin dinikmati sedikit bisa berakhir menjadi satu porsi penuh.

 

Ini yang terjadi pada tubuh: 

1. Berat badan naik


Junk food tinggi kalori tetapi rendah serat, sehingga cepat lapar dan membuat asupan kalori mudah berlebihan.

2. Risiko diabetes meningkat

Makanan dan minuman tinggi gula dapat memicu lonjakan gula darah.

Jika menjadi kebiasaan, risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 ikut meningkat.

Baca Juga: Prancis vs Italia, Reuni Zidane dengan Azzurri setelah Insiden Final Piala Dunia 2006

3. Jantung ikut terbebani

Terlalu banyak garam dan lemak jenuh dapat meningkatkan tekanan darah serta kolesterol LDL, yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan stroke.

4. Hati berlemak

Konsumsi gula berlebihan, terutama dari minuman manis, dapat mendorong penumpukan lemak di hati.

5. Ginjal bekerja lebih keras

Kandungan natrium yang tinggi pada makanan olahan dan cepat saji dapat meningkatkan tekanan darah dan menambah beban kerja ginjal.

6. Mood dan fokus terganggu

Pola makan tinggi makanan ultra-proses dikaitkan dengan kesehatan mental yang kurang baik.

Perubahan gula darah juga dapat membuat tubuh mudah lelah dan sulit berkonsentrasi.

7. Gigi dan kulit terdampak

Terlalu banyak gula meningkatkan risiko gigi berlubang, sementara pola makan tinggi gula dan makanan olahan pada sebagian orang dapat memperburuk peradangan kulit dan jerawat.

Hal yang sering dilupakan adalah junk food bisa membuat seseorang kelebihan kalori tetapi tetap kekurangan zat gizi tertentu.

Baca Juga: Wales Raih Kemenangan Pertama di Tahun 2026 dengan Mengalahkan Norwegia, Heggem Kartu Merah

Perut memang sudah kenyang, tetapi tubuh belum tentu mendapatkan cukup serat, vitamin, mineral, dan nutrisi dari buah, sayur, kacang-kacangan, atau biji-bijian utuh.

Tidak perlu sampai menganggap junk food sebagai makanan yang sama sekali tidak boleh disentuh. Yang lebih penting adalah frekuensi dan pola makan secara keseluruhan.

Coba mulai dari hal sederhana: kurangi minuman manis, perbanyak air putih, pilih buah sebagai camilan, masak makanan sendiri jika memungkinkan, dan biasakan membaca label kandungan gula, natrium, serta lemak jenuh.

Sesekali menikmati burger atau kentang goreng bukan masalah.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika makanan tersebut mulai menjadi kebiasaan setiap hari.

Baca Juga: Enam Ratus Ton Sampah di Kebumen Belum Dikelola, Bahas Draf Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Tubuh mungkin tidak langsung memberikan "tagihan" setelah satu kali makan junk food.

 Namun, kebiasaan yang dilakukan berulang kali bisa memberikan dampak dalam jangka panjang.

Jadi, tidak perlu langsung mengubah semuanya.

 Satu pilihan makanan yang lebih sehat hari ini sudah bisa menjadi langkah awal.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Sering Makan Junk Food Junk Food Kesehatan masalah kesehatan dampak