Perkuat Imunisasi di Lingkungan Sekolah, Dinkes Jogja Temukan 73 Kasus Positif Campak

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 20:28 WIB
Tanda-tanda penyakit campak.
Tanda-tanda penyakit campak.

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat 73 kasus positif campak sepanjang 2026 periode Januari hingga September. Upaya imunisasi diperkuat guna mencegah penyakit tersebut semakin merebak.

 

Ketua Tim Kerja Surveilans, Pengelola Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Sholikhin Dwi Ramtana mengatakan, kasus positif ditemukan lewat pemeriksaan laboratorium. Di luar kasus positif, ada 369 kasus yang suspek atau masih diduga campak. Ditandai dengan ciri-ciri gejala demam dan ruam atau bintik-bintik merah yang dapat disertai batuk, pilek, serta mata merah.

 

Ia menyatakan, imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk mencegah penularan campak. Sementara bagi orang yang sudah menderita disarankan agar tidak bersama dengan orang sehat. Kemudian jika masih bersekolah maka diwajibkan untuk tidak mengikuti pembelajaran minimal empat hari.

 

Baca Juga: September Hitam, Mahasiswa UNY Tagih Penyelesaian Kasus HAM, Desak Usut Dalang Pelanggaran

 

“Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama ketika mengalami gejala atau berada di lingkungan dengan penderita campak,” ujar Solikhin kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

 

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menambahkan, terus menggencarkan imunisasi mengingat adanya peningkatan kasus. Kegiatan imunisasi sudah dilakukan seperti Kemantren Wirobrajan dan Kotagede dengan menyasar taman kanak-kanak.

 

Endang menjelaskan, campak merupakan penyakit yang menular melalui percikan ludah penderita. Sehingga upaya pencegahan dengan mengurangi kontak penderita dengan orang yang sehat penting untuk dilakukan.

Adapun, cakupan imunisasi di tingkat Kota Jogja menyentuh 96,64 persen. Hanya memang di tingkat kelurahan capaiannya ada sebagian di bawah 95 persen. Sehingga penguatan vaksinasi lewat pada wilayah rawan dilakukan dengan outbreak response immunization (ORI). “Campak tidak menyerang anak-anak. Dalam sejumlah kasus tahun ini campak dialami orang dewasa dan ada yang sampai perlu mendapat perawatan di rumah,” ungkapnya. (inu/wia)

 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
perkuat imunisasi positif campak campak Lingkungan sekolah Dinkes Kota Jogja