MAGELANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang mencatat sedikitnya lima kasus campak terkonfirmasi positif sepanjang 2026. Hal itu dinilai masih adanya celah perlindungan kesehatan anak, terutama pada mereka yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Kepala Dinkes Kota Magelang Istikomah mengutarakan, mayoritas kasus terjadi pada anak dengan riwayat imunisasi yang tidak sesuai jadwal. Kondisi tersebut membuat tingkat kekebalan tubuh anak terhadap virus campak belum terbentuk secara optimal.
"Ada yang baru satu kali, belum mendapat booster, bahkan ada yang belum pernah diimunisasi sama sekali,," ujarnya, Jumat (17/7).
Baca Juga: Satpol PP Kabupaten Bantul Kembali Bongkar Tujuh Reklame di Empat Kapanewon
Meski begitu, kata dia, secara umum cakupan imunisasi campak di Kota Magelang dinilai masih berada dalam kategori baik. Namun, keberadaan kelompok anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap tetap menjadi titik rawan penularan.
Istikomah menyebut, capaian imunisasi sempat mengalami penurunan pada masa pandemi. Sebelumnya, cakupan imunisasi rutin dapat mencapai lebih dari 95 persen. Namun saat pandemi, angka itu menurun seiring terbatasnya akses layanan kesehatan dan kekhawatiran masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan.
"Penurunan cakupan ini berdampak pada bertambahnya jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, sehingga risiko penularan penyakit seperti campak menjadi lebih tinggi," katanya.
Selain pandemi, penundaan imunisasi oleh orang tua juga menjadi faktor lain. Kekhawatiran terhadap kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) kerap membuat jadwal vaksinasi anak tidak dijalankan sesuai anjuran.
Padahal, menurut Istikomah, efek samping seperti demam ringan merupakan reaksi normal setelah imunisasi dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Kondisi kesehatan ringan seperti pilek juga tidak menjadi alasan kuat untuk menunda vaksinasi.
"Sering kali orangtua lebih khawatir terhadap efek samping imunisasi dibandingkan penyakit yang sebenarnya jauh lebih berbahaya," lontarnya.
Baca Juga: Libur Sekolah, KAI Daop 6 Layani 1,2 Juta Penumpang, Stasiun Tugu Masih Jadi Favorit Wisatawan
Dia menambahkan, imunisasi lanjutan atau booster juga kerap terlewat. Padahal, pemberian booster sangat penting untuk memperkuat kembali kekebalan tubuh anak yang dapat menurun seiring waktu setelah imunisasi dasar.
Istikomah pun mengimbau orang tua untuk memastikan kembali riwayat imunisasi anak melalui buku kesehatan ibu dan anak (KIA). Pemeriksaan ini penting guna mengetahui apakah seluruh tahapan imunisasi telah terpenuhi. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo