Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih di Atas Ambang Batas Nasional, Kabupaten Magelang Gencarkan Strategi Penanganan Stunting dan TB

Naila Nihayah • Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:08 WIB
Dinkes Kabupaten Magelang saat memberikan sosialisasi cegah stunting dan TB, Jumat (10/7).
Dinkes Kabupaten Magelang saat memberikan sosialisasi cegah stunting dan TB, Jumat (10/7).





MUNGKID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang terus mengintensifkan strategi penanganan stunting dan tuberkulosis (TB). Yakni dengan menitikberatkan pendekatan langsung ke keluarga dan komunitas. Sebab angka stunting di Magelang masih berada sedikit di atas ambang batas nasional.

Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Magelang Herlina Nung Rahmasari mengatakan, intervensi tidak cukup hanya mengandalkan layanan fasilitas kesehatan. Tetapi harus menyentuh perilaku masyarakat di tingkat paling dasar.

"Karena persoalan stunting dan TB ini sangat erat kaitannya dengan pola hidup sehari-hari, mulai dari asupan gizi sampai perilaku kesehatan," kata Herlina, Jumat (10/7).

Baca Juga: Bukan Melarang 100 Persen, Wali Kota Hasto Sebut Pemkot Jogja Tutup Malioboro bagi JLFR Hanya saat Macet

Dia menuturkan, edukasi terus diperluas melalui berbagai jalur, termasuk kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang melibatkan kelompok-kelompok masyarakat. Satu di antaranya menyasar komunitas perempuan lintas gereja.

Herlina menegaskan, perempuan, khususnya ibu memegang peran sentral dalam pencegahan stunting. Mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan pemenuhan gizi keluarga, kesehatan ibu hamil, hingga pemantauan tumbuh kembang anak.

Terlebih, kata dia, stunting itu tidak hanya soal tinggi badan anak yang kurang. Dampaknya juga ke perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia ke depan. "Karena itu, pencegahan harus dimulai bahkan sejak sebelum kehamilan, termasuk pada remaja putri," jelasnya.

Baca Juga: Optimalisasi TPST Modalan Masuk Tahap Lelang, Kapasitas Pengolahan Sampah Ditarget Naik Jadi 60 Ton

Dinkes, lanjut Herlina, terus mendorong optimalisasi layanan dasar seperti posyandu dan puskesmas. Pemantauan rutin terhadap ibu hamil dan balita diperkuat, termasuk edukasi mengenai gizi seimbang dan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan.

Di sisi lain, penanganan TB juga menjadi fokus yang tidak kalah penting. Herlina mengakui, masih adanya kendala di lapangan, terutama terkait stigma yang membuat sebagian masyarakat enggan memeriksakan diri.

Untuk itu, dinkes mengedepankan deteksi dini serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas. Pendampingan dilakukan melalui jaringan kader kesehatan yang tersebar di masyarakat.

Baca Juga: 1.054 Penambang Manual di Kabupaten Magelang Jadi Persoalan Baru, DPR RI Minta Alternatif Pekerjaan

"Mereka membantu memastikan pasien minum obat secara rutin dan tidak putus di tengah jalan," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina menyebut, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu dalam menekan angka stunting dan TB. Dia menilai, gerakan yang melibatkan komunitas akan lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif.

"Minimal dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar. Kalau masyarakat sudah paham dan terlibat, penanganan akan jauh lebih cepat," terangnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Cegah Stunting #Kabupaten Magelang #dinkes #TB #vita ervina