JOGJA - Tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang di tengah masyarakat dinilai menjadi peluang baru bagi pertumbuhan industri sportswear dan streetwear, termasuk di DIY. Tidak lagi sekadar mengikuti mode, kedua segmen fesyen tersebut kini berkembang menjadi bagian dari identitas dan ekspresi diri generasi muda yang menciptakan pasar baru bagi pelaku usaha lokal.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, bahwa perkembangan sportswear dan streetwear saat ini membuka peluang besar bagi pelaku industri kreatif untuk menghadirkan produk yang tidak hanya nyaman dan fungsional, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Menurutnya, meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga dan pola hidup sehat turut mendorong permintaan terhadap produk apparel olahraga maupun fesyen kasual yang terinspirasi dari budaya olahraga.
Baca Juga: BPKSF DIY Prioritaskan Kawasan Gumaton untuk Pengembangan Awal Sumbu Filosofi: Ini Alasannya!
"Sportswear dan streetwear ini bertransformasi jadi identitas dan ekspresi diri generasi muda. Ini membuka peluang pelaku usaha lokal untuk menghadirkan produk yang nyaman, fungsional, dan karakter yang kuat," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Dia menilai DIY memiliki modal yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan industri fesyen kreatif nasional. Keberadaan desainer lokal, pelaku industri kecil menengah (IKM), komunitas kreatif, hingga komunitas olahraga menjadi ekosistem yang saling mendukung pertumbuhan sektor tersebut.
Selain mendorong kreativitas, Made berujar bahwa industri fesyen juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas ketika terhubung dengan tren gaya hidup sehat yang terus berkembang di masyarakat.
"Ketika industri fesyen mendukung gaya hidup sehat, efek berantainya akan sangat besar, termasuk terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Made menambahkan, penguatan sektor sportswear dan streetwear juga perlu dilakukan melalui kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilainya penting agar produk-produk lokal mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perkembangan tren global yang terus berubah.
"DIY punya fondasi yang kuat menjadi salah satu pusat pengembangan industri fesyen kreatif nasional. Ini harus terus diperkuat melalui berbagai ruang kolaborasi dan promosi," tuturnya.
Baca Juga: Reaktivasi Bandara Adi Sucipto Dikhawatirkan Ganggu Ekosistem Pariwisata
Pandangan tersebut sejalan dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Salah satu pegiat olahraga di Jogja Andika Ramdani, menilai olahraga kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, khususnya di kalangan anak muda dan pekerja muda perkotaan.
Sebagai orang yang aktif mengikuti berbagai kegiatan lari, padel, hingga badminton, Andika melihat peningkatan minat masyarakat terhadap aktivitas olahraga turut mendorong kebutuhan terhadap produk apparel olahraga yang nyaman sekaligus menunjang penampilan.
"Sekarang olahraga bukan hanya soal kesehatan, tapi juga bagian dari gaya hidup. Saya rutin ikut event lari, main padel, atau badminton bersama komunitas. Dari situ kebutuhan apparel olahraga juga ikut meningkat," ujarnya.
Menurut Andika, masyarakat saat ini semakin memperhatikan kualitas, kenyamanan, dan desain pakaian olahraga yang digunakan. Karena itu, pelaku usaha lokal memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus tumbuh.
"Kalau kualitas dan desainnya bagus, produk lokal punya peluang besar. Sekarang orang tidak hanya cari pakaian olahraga yang nyaman, tapi juga bisa menunjang aktivitas harian dan tetap terlihat menarik," katanya. (iza)
Editor : Winda Atika Ira Puspita