Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Kota Jogja Sebut Konsumsi Es Bisa Tularkan Hantavirus, Ini Alasannya

Iwan Nurwanto • Rabu, 20 Mei 2026 | 19:09 WIB
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah (tengah) saat menyampaikan keterangannya di Balai Kota Jogja, Selasa (19/5/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah (tengah) saat menyampaikan keterangannya di Balai Kota Jogja, Selasa (19/5/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengeluarkan imbauan kewaspadaan terkait dengan penularan hantavirus. Sebab penyakit yang ditularkan oleh hewan tikus itu cukup rawan di wilayah perkotaan.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah mengatakan bahwa hantavirus merupakan penyakit zoonosis. Yakni bisa ditularkan melalui hewan kepada manusia melalui media air dan debu yang terkontaminasi ludah, kotoran, serta urin tikus.

Lana menyebut, di Kota Jogja sendiri kasus penyakit hantavirus tergolong sangat minim. Satu kasus hanya ditemukan pada tahun 2025. Sementara di sepanjang tahun 2026 ini masih nihil.

Baca Juga: Tiga Pelaku Pembacokan Pelajar di Kotabaru Terafiliasi Geng Vozter, Tertangkap di Safe House yang Sama dengan Pelaku Pembunuhan Pelajar Bantul

Meski begitu kewaspadaan perlu ditingkatkan seiring naiknya kasus secara nasional. Sebab dengan kondisi geografis Kota Jogja penularan hantavirus memang cukup rawan. 

Bahkan ada kemungkinan virus tersebut bisa menular melalui es batu. Apalagi jika es batu dibuat dari air mentah yang terkontaminasi orthohantavirus.

“Sekarang untuk konsumsi air mentah memang jarang, tapi untuk es batu yang dijual kan tidak tahu apakah dibuat dengan air matang atau mentah. Jadi itu harus diwaspadai,” ujar Lana saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Kantor Kemenag Kulon Progo Mengadakan Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban Bagi Takmir dan Juru Penyembelih

Selain melalui media air yang terkontaminasi, hantavirus diketahui juga bisa menular ke manusia lewat debu terpapar kencing atau kotoran tikus yang terhirup manusia. Serta juga dapat masuk melalui luka terbuka.

Oleh karena itu, Lana mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di tempat bersarang tikus atau genangan air. Misalnya saat membersihkan gudang, kandang, berkebun, berkemah atau memancing.

“Selalu gunakan kain pel basah saat membersihkan debu untuk mencegah partikel virus berterbangan dan terhirup,” pesannya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#konsumsi es #dinkes #penyakit zoonosis #tikus #hantavirus