RADAR JOGJA - Di tengah masyarakat Indonesia, melinjo sering mendapat “cap buruk” sebagai penyebab utama asam urat.
Mulai dari emping hingga sayur berbahan melinjo kerap dihindari, terutama oleh mereka yang memiliki riwayat nyeri sendi.
Namun, benarkah semua bagian melinjo berbahaya? Atau ini sekadar mitos yang belum sepenuhnya dipahami?
Apa Itu Asam Urat?
Asam urat adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan kristal urat di dalam sendi.
Secara medis dikenal sebagai gout (peradangan sendi), penyakit ini muncul ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, biasanya dipicu oleh konsumsi makanan tinggi purin, senyawa alami dalam tubuh dan makanan yang dipecah menjadi asam urat.
Melinjo dan Kandungan Purin
Melinjo (Gnetum gnemon) memang mengandung purin. Karena itu, anggapan bahwa melinjo bisa memicu asam urat tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sesederhana itu.
Faktanya, kandungan purin pada melinjo tergolong cukup tinggi, terutama pada bijinya yang biasa diolah menjadi emping.
Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat, terutama pada orang yang sudah rentan.
Baca Juga: Persaingan Grup Timur Memanas, Pemain Muda PSS Sleman Bocorkan Kondisi Tim
Bagaimana dengan Bagian Lain Melinjo?
Tidak semua bagian melinjo memiliki efek yang sama. Berikut penjelasannya!
1. Kulit Melinjo
Kulit melinjo (biasanya dimasak sebagai sayur) memiliki kandungan purin lebih rendah dibanding bijinya. Artinya, relatif lebih aman,
tetapi harus dikonsumsi dalam jumlah wajar.
2. Bunga Melinjo
Bunga melinjo sering dijadikan campuran sayur asem, ditumis atau disayur lodeh. Kandungan purinnya, sedang hingga rendah.
Bunga melinjo jarang menjadi pemicu utama asam urat jika tidak dikonsumsi berlebihan.
3. Daun Melinjo
Daun melinjo justru dikenal memiliki manfaat kesehatan, kaya antioksidan, kandungan purin relatif rendah, sehingga umumnya aman dikonsumsi, bahkan bisa menjadi pilihan sayuran sehat.
Jadi, Mitos atau Fakta? jawabannya adalah fakta, tetapi dengan catatan dikonsumsi sewajarnya.
Jika kalian penderita penyakit asam urat hebat, sebaiknya perlu dihindari mengkonsumsi bagian-bagian dari tanaman melinjo.
Editor : Meitika Candra Lantiva