Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Apa itu Skizofrenia? Gangguan Mental yang Membuat Pikiran Kewalahan, Sering Disalahpahami Tapi Masih Bisa Dikelola

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 11 April 2026 | 12:22 WIB
Skizofrenia, gangguan mental serius yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan melihat realitas. (Sumber: medicine.com)
Skizofrenia, gangguan mental serius yang memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan melihat realitas. (Sumber: medicine.com)

 

RADAR JOGJA - Skizofrenia adalah gangguan kesehatan mental jangka panjang yang membuat cara seseorang berpikir, merasakan, dan melihat dunia menjadi berbeda dari kebanyakan orang. 

Pada kondisi ini, otak seperti kesulitan membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak.

Akibatnya, penderita bisa merasa sangat bingung, takut, atau kewalahan menghadapi kehidupan sehari-hari.

Skizofrenia bukan penyakit langka, tapi sering tidak terlihat dan jarang dipahami dengan benar.

Baca Juga: Liam Rosenior: Enzo Fernandez Telah Meminta Maaf, Namun Tetap Akan Absen Saat Chelsea Melawan Manchester City

Banyak orang mengira skizofrenia sama dengan kepribadian ganda atau identik dengan kekerasan.

Padahal anggapan itu keliru. Melansir World Health Organization (WHO), sebagian besar orang dengan skizofrenia justru lebih sering menarik diri dan berjuang diam-diam melawan isi pikirannya sendiri.

Penyakit ini bisa memengaruhi hampir semua aspek hidup, mulai dari hubungan keluarga, pertemanan, sekolah, pekerjaan, hingga kemampuan merawat diri.

Kenapa Skizofrenia Bisa Terjadi?
Sampai sekarang, para ilmuwan belum menemukan satu penyebab tunggal skizofrenia.

Baca Juga: Asal Usul Klepon, Jajanan Pasar yang Dikenal Hingga Mancanegara

Penyakit ini muncul karena gabungan banyak faktor yang saling berhubungan. 

Salah satunya adalah faktor genetik. Jika ada anggota keluarga dekat yang mengidap skizofrenia, risikonya memang bisa lebih tinggi, meski tidak berarti pasti akan terkena.

Selain gen, faktor kimia di otak juga berperan. Otak bekerja dengan bantuan zat kimia bernama neurotransmitter.

Pada skizofrenia, keseimbangan zat-zat ini, seperti dopamin bisa terganggu, sehingga cara otak memproses informasi menjadi tidak stabil.

Itulah sebabnya penderita bisa mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Lingkungan juga punya pengaruh besar.

Baca Juga: Gulung Wolves di London Stadium, West Ham Paksa Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi

Stres berat, trauma emosional, tekanan hidup, hingga penggunaan zat seperti ganja dalam jumlah besar dapat memicu munculnya gejala, terutama pada orang yang memang sudah rentan. 

Jadi, skizofrenia bukan salah penderita, bukan pula akibat kurang kuat secara mental.

Gejalannya Seperti Apa?
Melansir healthline.com, gejala skizofrenia bisa berbeda-beda pada setiap orang, tapi umumnya terbagi menjadi beberapa kelompok besar.

Salah satu yang paling dikenal adalah halusinasi, yaitu ketika seseorang mendengar suara, melihat bayangan, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.

Suara yang terdengar sering kali terasa sangat nyata dan sulit diabaikan.

Selain itu, ada delusi, yaitu keyakinan kuat terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Baca Juga: BREAKING: Hari Ini Perundingan Damai Tingkat Tinggi AS-Iran di Islamabad, Dipimpin JD Vance vs Mohammad Bagher Qalibaf, Gencatan Senjata Permanen?

Misalnya merasa diawasi, merasa pikirannya dikendalikan orang lain, atau yakin bahwa orang di sekitarnya ingin mencelakainya, meski tidak ada bukti.

Bagi penderita, keyakinan ini terasa sangat nyata.

Gejala lain yang sering tidak disadari adalah gejala negatif.

Ini bukan berarti perilaku buruk, tapi justru berkurangnya hal-hal normal, seperti sulit merasakan emosi, jarang bicara, kehilangan minat, dan menarik diri dari lingkungan sosial.

Gejala ini sering membuat penderita tampak dingin atau malas, padahal sebenarnya mereka sedang kesulitan besar.

Skizofrenia juga memengaruhi kemampuan berpikir. Penderita bisa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan kesulitan mengambil keputusan sederhana.

Berbicara pun bisa menjadi tidak teratur atau meloncat-loncat, sehingga orang lain sulit memahami maksudnya.

Baca Juga: Merapi Muntahkan 140 Guguran dan 43 Kali Lava Pijar, Status Siaga Level III Tetap, Warga Sleman-Magelang Diminta Waspada Lahar Hujan

Apakah Skizofrenia Bisa Sembuh?

Saat ini, skizofrenia belum bisa disembuhkan sepenuhnya.

Namun, ini bukan berarti tidak bisa diobati. Dengan pengobatan dan dukungan yang tepat, banyak orang dengan skizofrenia mampu menjalani hidup yang stabil.

Beberapa bahkan bisa mencapai kondisi di mana gejalanya hilang atau sangat minimal dalam waktu lama.

Pengobatan skizofrenia biasanya berlangsung seumur hidup.

Obat antipsikotik membantu mengendalikan gejala seperti halusinasi dan delusi.

Selain obat, terapi psikologis, edukasi, dukungan keluarga, serta pelatihan keterampilan hidup sangat penting untuk membantu penderita berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Duta Ngopo Jalani Sidang, Diminta Pilih Hukuman Penjara Dua Bulan atau Sanksi Sosial 

Konsep yang kini banyak digunakan adalah pemulihan fungsional.

Artinya, tujuan pengobatan bukan hanya menghilangkan gejala, tapi membantu seseorang bisa bekerja, bersosialisasi, menjaga hubungan, dan hidup mandiri atau semi-mandiri.

Dengan perawatan yang konsisten, harapan itu nyata. (Alya Ruhadatul Nabilah Aisy)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kesehatan #penyakit #kesehatan mental #skizofrenia