
RADAR JOGJA - Nama klepon berasal dari bahasa Jawa yang bermakna “indung telur hewan” sesuai dengan bentuknya yang bulat kecil berwarna hijau dengan tekstur kenyal serta isian gula merah cair yang meledak di mulut ketika digigit.
Meski populer dan mudah ditemui di berbagai daerah bahkan hingga luar negeri, klepon diyakini berasal dari Jawa Timur, tepatnya Pasuruan.
Dalam kitab sastra Jawa “Serat Centhini” ditulis bahwa klepon adalah salah satu hidangan wajib dalam makanan sehari-hari maupun sajian dalam ritual adat.
Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa klepon tidak hanya jajanan tradisional saja, tetapi bagian dari simbol budaya dan identitas masyarakat Jawa.
Pada tahun 1950, klepon mulai eksis hingga ke negeri Belanda melalui para imigran Indonesia.
Sejak saat itu, popularitas klepon semakin berkembang dan dijual di toko dan restoran Asia di Eropa serta komunitas Tionghoa di negara lain.
Sementara di Malaysia dan Singapura, klepon dikenal dengan sebutan buah Melaka.
Lalu di wilayah Sumatera dan Sulawesi, makanan ini dikenal dengan nama onde-onde, meskipun berbeda dari onde-onde Jawa yang dilapisi wijen.
Baca Juga: Barcelona Mengadu ke UEFA Setelah Kontroversi Handball Pemain Atletico Madrid di Liga Champions
Lebih dari sekadar jajanan tradisional, klepon juga mempunyai makna filosofis.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




