KEBUMEN - Angka prevalensi pada balita stunting di Kabupaten Kebumen mengalami tren penurunan. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen mencatat tren penurunan stunting sebanyak 1,59 persen dari 2024.
Kepala Dinkes PPKB Kebumen Iwan Danardono menuturkan, jika sebelumnya di angka 9,17 persen, kini masih tersisa 7,58 persen. "Angka stunting turun hampir 2 persen," jelasnya saat layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis Rabu (21/1).
Iwan mengungkapkan, progres penurunan angka stunting tak lepas adanya intervensi pemerintah daerah lewat dukungan anggaran. Dia menyebut keberhasilan penanganan stunting salah satunya diwujudkan melalui progam pemberian susu gratis dan pemberian pangan olahan untuk keperluan medis khusus atau PKMK. "Berkat dukungan anggaran besar dari Ibu Bupati," ungkapnya.
Ditegaskan, Pemkab Kebumen akan terus menunjukkan komitmen dalam mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Seperti kegiatan yang berlangsung di Desa Pegaringan, Pejagoan. Dalam kegiatan itu pemerintah daerah menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.
Adapun pemeriksaan kesehatan yang tersedia berupa layanan dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam hingga dokter spesialis anak. Dari kegiatan yang berlangsung sebanyak 300 warga mendapatkan pengobatan gratis. "Sepanjang 2026 kegiatan serupa akan dilaksanakan 24 kali," kata Iwan.
Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menegaskan, sektor kesehatan masuk dalam layanan dasar yang harus dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Termasuk bagi mereka yang tinggal jauh dari pusat perkotaan. Ia pun berpesan agar tenaga kesehatan selalu sigap, terutama dalam penangaan ibu hamil dan bayi.
"Saya minta utamakan penyelamatan nyawa. Urusan administrasi bisa menyusul kemudian," tegasnya. (fid/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita