RADAR JOGJA - Bagi sebagian banyak orang, kopi bukanlah sekadar minuman, melainkan sebuah ritual harian yang tidak dapat ditinggalkan.
Kandungan kafein, rasa, dan aroma khasnya menjadikan siapapun yang menyeduhnya tahan melek seharian, sehingga kopi kerap menjadi teman setia di pagi hari.
Di balik aroma khasnya, menyeduh kopi setiap hari dapat memberikan berbagai efek bagi tubuh, mulai dari efek yang baik hingga efek yang buruk.
Berikut efek yang diberikan kopi menurut mayoritas ahli gizi dan kesehatan bagi tubuh.
Kaya Antioksidan
Walaupun kopi nyaris tidak dianugerahi kandungan kalori dan nutrisi makro, kopi justru menyimpan kekuatan dari kandungan antioksidan di dalamnya.
Menurut ahli gizi, kopi mengandung banyak sekali antioksidan yang mampu menangkal peradangan dan melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, kandungan antioksidan yang terdapat dalam kopi dapat membantu mengurangi resiko penyakit kronis.
Oleh karena itu, mengkonsumsi kopi sering dikaitkan dengan manfaat jangka panjang bagi kesehatan.
Manfaat ini tentu dapat langsung dirasakan apabila mengkonsumsi kopi tanpa menggunakan pemanis berlebih apalagi pemanis buatan.
Meningkatkan Kefokusan dan Kesiagaan Otak
Efek ini bereaksi paling kilat dirasakan setelah menyeduh kopi.
Pendiri Nutrition by Bess, Bess Berger menjelaskan, kafein dalam tubuh bekerja dengan menghambat adenosin, sehingga membuat orang mampu berpikir secara lebih jernih saat dibutuhkan.
Oleh karena itu, tak heran apabila kopi sangat cocok diseduh ketika pagi hari.
Sementara itu, kopi juga memiliki efek negatif bagi tubuh ketika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak wajar.
Berikut efek negatif kopi bagi tubuh:
Meningkatkan Kegelisahan
Di balik manfaatnya, ternyata kopi juga memiliki sisi negatif apabila dikonsumsi secara berlebihan.
Studi mengatakan, bahwa mengkonsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menimbulkan efek gelisah, jantung berdebar-debar, hingga kecemasan.
Hal ini lantaran kafein bekerja dengan menstimulasi sistem saraf, dan apabila stimulasi terjadi secara berlebihan dapat membuat orang merasa tegang dan berujung pada kecemasan.
Mengganggu Waktu Tidur
Kafein pada kopi dapat bertahan selama 4-6 jam sesuai dengan jenis kopi dan jumlah kandungannya.
Artinya, efek kafein pada kopi akan tahan lama setelah diminum.
Oleh karena itu, minum kopi di atas jam 14.00 WIB lebih baik dihindari dan apabila memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein, berhenti minum kopi dapat dilakukan lebih awal supaya kualitas tidur tetap terjaga.
Ketergantungan Kafein
Minum kopi tiap hari juga menandakan bahwa seseorang telah kecanduan kafein.
Seseorang yang mengalami ketergantungan apabila berhenti mengkonsumsi kopi akan mengalami efek seperti pusing, kelelahan, atau suasana hati buruk.
Hal ini terjadi karena tubuh sudah terbiasa dengan asupan kafein.
Mengkonsumsi kopi tiap hari tentu dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, apabila dikonsumsi secara bijak dan dalam batas wajar.
Namun, memahami batas toleransi tubuh merupakan kunci penting supaya ritual gen z itu dapat tetap menyehatkan, bukan justru sebaliknya. (Ahmad Yinfa Cendikia)
Editor : Meitika Candra Lantiva