Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Gunungkidul Sebut Penyakit Didominasi PTM, Warga Dewasa Diminta Rutin Cek Lingkar Perut

Yusuf Bastiar • Senin, 22 Desember 2025 | 04:25 WIB
Ilustrasi lemak di perut.
Ilustrasi lemak di perut.

 

GUNUNGKIDUL - Tantangan kesehatan masyarakat Gunungkidul kian kompleks. Perubahan pola penyakit dari dominasi penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM) menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kondisi tersebut mendorong penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sebagai strategi preventif jangka panjang.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono mengungkapkan, data kesehatan menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam deteksi dini penyakit.

Berdasarkan evaluasi, sebagian besar penduduk usia dewasa belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti tekanan darah, gula darah, kolesterol, maupun lingkar perut.

“Ini menjadi sinyal faktor risiko penyakit tidak menular masih tinggi. Padahal sebagian besar kasus PTM sebenarnya bisa dicegah jika perilaku hidup sehat dijalankan secara konsisten,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu, (21/12).

Ismono menjelaskan, penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga stroke kini mendominasi masalah kesehatan masyarakat. Pola ini erat kaitannya dengan perilaku kurang aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, kebiasaan merokok, serta pola makan tinggi gula, garam, dan lemak.

Melalui Germas, Pemkab Gunungkidul memfokuskan enam kegiatan utama. Mulai dari peningkatan aktivitas fisik, penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, pencegahan serta deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, dan edukasi hidup sehat secara berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta menegaskan, bahwa implementasi Germas tidak bisa hanya bertumpu pada sektor kesehatan. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar gerakan ini benar-benar berdampak pada perubahan perilaku masyarakat.

“Kami telah melakukan evaluasi pelaksanaan Germas. Harapannya, ke depan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antar OPD, dunia usaha, pendidikan, dan masyarakat,” imbuh Sri Suhartanta.

Menurutnya, Pemkab Gunungkidul berkomitmen mendorong Germas secara optimal sebagai bagian dari pembangunan kesehatan berkelanjutan. Upaya ini sekaligus untuk menekan beban pembiayaan kesehatan dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Dengan tantangan kesehatan yang terjadi di seluruh siklus kehidupan, lanjut dia, mulai dari anak hingga lansia, Pemkab berharap Germas mampu menjadi gerakan bersama yang mengubah pola hidup masyarakat, dari kuratif menuju preventif.

“Germas bukan sekadar program seremonial. Ini investasi jangka panjang untuk mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya. (bas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#dinkes #lingkar perut #Gunungkidul #GERMAS #Ismono #PTM