Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada! Terlalu Sering Makan Kol Goreng dan Terong Goreng Dapat Berisiko untuk Kesehatan Anda

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 8 November 2025 | 13:32 WIB
Ilustrasi kol goreng & terong goreng (foto: pinterest)
Ilustrasi kol goreng & terong goreng (foto: pinterest)

RADAR JOGJA – Kol goreng dan terong goreng menjadi pilihan populer sebagai pendamping hidangan atau camilan. Namun, di balik rasanya yang menggugah selera, konsumsi berlebihan dari kedua jenis makanan ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius.

Kol Goreng: Bahaya Akrilamida dan Risiko Kanker

Kol goreng, terutama yang digoreng hingga kecoklatan, mengandung akrilamida, senyawa kimia yang terbentuk saat makanan yang mengandung karbohidrat dipanaskan pada suhu tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa akrilamida dapat meningkatkan risiko kanker, meski studi pada manusia masih terbatas. Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan FAO merekomendasikan agar masyarakat meminimalkan paparan terhadap senyawa ini.

Selain itu, kol goreng menyerap banyak minyak saat digoreng, yang berdampak pada peningkatan jumlah kalori. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas. Proses penggorengan juga dapat merusak nutrisi penting dalam kol, seperti vitamin A, B, C, dan K.

Terong Goreng: Serapan Minyak dan Risiko Penyakit Jantung

Terong memiliki tekstur yang mudah menyerap minyak saat digoreng. Akibatnya, terong goreng mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta risiko penyakit jantung dan stroke. Proses penggorengan juga dapat menghilangkan nutrisi penting dalam terong, seperti serat, vitamin, dan mineral. Beberapa orang yang sensitif terhadap kelompok tanaman nightshades, termasuk terong, mungkin juga mengalami masalah pencernaan jika mengonsumsi terong goreng secara berlebihan.

Tips Aman untuk Menikmati Kol dan Terong

Bukan berarti Anda harus sepenuhnya menghindari kol goreng dan terong goreng. Berikut beberapa tips untuk mengurangi risiko kesehatan:

1. Batasi Frekuensi: Konsumsi secukupnya dan jangan terlalu sering.

2. Pilih Minyak Sehat: Gunakan minyak zaitun atau minyak kelapa sawit.

3. Perhatikan Suhu Penggorengan: Hindari menggoreng pada suhu yang terlalu tinggi.

4. Tiriskan Minyak Berlebih: Pastikan minyak yang menempel pada makanan ditiriskan dengan baik.

5. Pertimbangkan Metode Memasak Lain: Cobalah mengukus, merebus, memanggang, atau menumis sebagai alternatif.

Alternatif Sehat dan Bergizi

Ada banyak cara menarik untuk menikmati kol dan terong tanpa harus menggorengnya. Anda bisa mencoba kol rebus sebagai lalapan, terong panggang dengan bumbu rempah, atau tumis kol dan terong dengan sedikit minyak. Menambahkannya ke dalam sup juga bisa jadi pilihan yang lezat.

Dengan memilih metode memasak yang lebih sehat dan membatasi konsumsi gorengan, Anda tetap dapat menikmati kol dan terong tanpa harus mengorbankan kesehatan.

(Laeli Musfiroh)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#terong goreng #KOL #terong #kol goreng