KEBUMEN - Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Polres Kebumen menerapkan uji pangan cepat melalui metode rapid test. Langkah ini ditempuh untuk memastikan setiap menu MBG yang akan dikonsumsi masyarakat terbebas dari ancaman bahan berbahaya.
Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri mengatakan, penerapan uji cepat makanan menggunakan rapid test masuk dalam standar operasional prosedur yang diterapkan dapur MBG Polres Kebumen.
Pengawasan kualitas dan mutu pangan ini sebagai bentuk tanggungjawab polres dalam mendukung keberlangsungan program MBG.
"Kami ingin pastikan setiap makanan yang diterima anak-anak benar-benar aman dan bergizi," kata AKBP Eka Baasith saat tinjauan program MBG di Kecamatan Mirit, Rabu (5/11).
Dalam tinjaun tersebut kapolres menyaksikan langsung uji pangan cepat tersebut. Dalam proses ini polres menerjunkan petugas Sidokkes Polres dan ahli gizi untuk memeriksa sampel setiap makanan. "Dapur MBG Polres Kebumen memiliki standar khusus dan ketat dalam penyajian menu MBG," sambungnya.
AKBP Eka Baasith menegaskan, tahapan rapid test pada menu MBG bukan sekadar formalitas. Tahapan uji mutu diawali dengan uji organoleptik, yakni pemeriksaan dengan pancaindra.
Dari uji ini, petugas dapat mengenali tanda awal kerusakan seperti perubahan aroma, rasa hingga tekstur mengindikasikan kontaminasi.
Setelah lolos uji organoleptik, menu makanan diuji kembali secara kimia sederhana. Tujuannya, memastikan tidak ada bahan berbahaya yang terselip dalam olahan. Beberapa zat yang menjadi fokus pemeriksaan antara lain formalin, sianida, arsenik, dan nitrit.
Formalin, misalnya, belakangan kerap disalahgunakan sebagai pengawet tahu atau ikan agar tahan lama. Padahal, bahan ini bersifat karsinogenik dan berisiko tinggi bagi kesehatan.
Begitu pula sianida karena memiliki sifat racun akut, serta arsenik dan logam berat yang bisa mencemari bahan pangan dari air atau tanah. Sedangkan nitrit, jika digunakan berlebih dapat berubah menjadi senyawa nitrosamin yang menjadi penyebab kanker.
"Tes ini penting untuk menjamin makanan yang dikirim ke sekolah bebas dari bahan kimia berbahaya," ujarnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo