RADAR JOGJA – Kimchi merupakan makanan khas asal Korea Selatan yang dikenal dengan rasa nya yang asam dan pedas, kini Kimchi tak hanya popular sebagai makanan fermentasi saja, namun Kimchi menjadi salah satu makanan yang memiliki potensi dalam pencegahan kanker.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kandungan probiotik, sayuran, dan bumbu dalam kimchi berperan dalam memperkuat sistem pertahanan tubuh dan menekan faktor risiko kanker.
Kimchi dibuat melalui proses fermentasi sayuran seperti sawi putih (napa cabbage) dan lobak, yang dicampur dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, jahe, cabai, dan garam.
Dari proses tersebut, muncul bakteri baik atau probiotik seperti Lactobacillus dan Leuconostoc yang berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh sejumlah universitas di Korea dan Indonesia, probiotik dalam kimchi mampu menekan pertumbuhan sel kanker, khususnya pada sistem pencernaan.
Selain itu, serat alami dalam sayuran kimchi juga membantu memperlancar metabolisme tubuh dan mengurangi risiko kanker usus besar.
Bumbu-bumbu dalam kimchi seperti bawang putih dan jahe juga diketahui mengandung senyawa antikanker.
Bawang putih memiliki kemampuan melawan Helicobacter pylori, bakteri penyebab luka lambung yang dapat memicu kanker lambung.
Sementara itu, jahe berfungsi sebagai antiinflamasi alami yang dapat menurunkan risiko peradangan kronis, salah satu pemicu utama pertumbuhan sel kanker.
Tak hanya itu, kandungan vitamin C, polifenol, dan senyawa bioaktif dalam kimchi juga berperan penting sebagai antioksidan kuat yang melindungi tubuh dari kerusakan DNA akibat paparan radikal bebas.
Meski demikian, para ahli mengingatkan agar masyarakat tetap mengonsumsi kimchi dalam jumlah wajar, sebab proses fermentasi tradisional menggunakan kadar garam yang cukup tinggi.
Konsumsi garam berlebih dapat meningkatkan risiko hipertensi dan gangguan ginjal, sehingga disarankan untuk menyeimbangkannya dengan makanan lain yang rendah sodium.
Kini Kimchi semakin banyak ditemukan di Indonesia, seiring meningkatnya tren makanan Korea di kalangan anak muda.
Tak hanya lezat, makanan fermentasi ini juga menjadi salah satu contoh bagaimana kuliner tradisional bisa berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. (Alya Amirul Khasanah)