KEBUMEN - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kebumen memastikan akan menjalankan seluruh prosedur terkait penerbitan sertifikat laik higieni sanitasi (SLHS). Dinas menjamin tidak ada istilah potong kompas alias kecurangan dalam proses penerbitan dokumen penting tersebut.
Kepala Dinkes PPKB Kebumen Iwan Danardono memyampaikan, pihaknya sedang mendesak seluruh dapur pelayanan program makan bergizi gratis (MBG) untuk segera dapat mengantongi SLHS.
Dia menegaskan, tidak ada kompromi dalam proses penerbitan SLHS karena menyangkut keamanan dan keselamatan masyarakat. "Kalau mereka (dapur MBG) tidak memenuhi syarat, kami tidak keluarkan itu SLHS," tandasnya, kepada Radar Jogja, Jumat (10/10).
Iwan menyatakan, SLHS bukan hanya sekadar formalitas, tetapi persyaratan mutlak yang harus terpenuhi setiap dapur MBG dengan segala instrumen penilaian yang ditetapkan. SLHS menurutnya cukup krusial karena sebagai dokumen penjamin dapur MBG memenuhi syarat aman dan higienis.
"Kami tidak mengendorkan persyaratan karena ini terkait kesehatan," bebernya.
Dia menerangkan, proses untuk mendapatkan SLHS diatur cukup ketat dengan tahap verifikasi berlapis. Beberapa aspek yang dinilai dalam SLHS meliputi bangunan dan fasilitas, peralatan produksi, penjamah makanan, penyimpanan bahan baku, proses produksi makanan hingga pengendalian hama. "Kami tegakkan aturan. Kalau kurang, kami bilang kurang," ungkap Iwan.
Pemkab, kata Iwan, berkomitmen memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Langkah ini menjadi upaya pencegahan agar insiden keracunan yang belum lama terjadi tidak terulang lagi.
"Nanti ada pemeriksaan IKL (inspeksi kesehatan lingkungan) setiap bulan. Tentu melibatkan petugas di setiap puskesmas," ucapnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kebumen Wahid Mulyadi meminta mitra penyelenggara MBG menegakkan standar kebersihan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
Dia meminta seluruh dapur MBG memenuhi standar prosedur, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan hingga penyajian.
"Harapan kami MBG berjalan baik. Setiap dapur harus sesuai standarisasi sesuai sertifikat SLHS," terangnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo