Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Cilvi Widonarti, Berkat JKN Terbantu Biaya Pengobatan Mata Cucu

Iwan Nurwanto • Jumat, 29 Agustus 2025 | 21:43 WIB

Cilvi Widonarti saat ditemui memeriksakan penyakit mata cucunya Tazakka Aurelio di Klinik Mata Jogja, Senin (26/8/2025).
Cilvi Widonarti saat ditemui memeriksakan penyakit mata cucunya Tazakka Aurelio di Klinik Mata Jogja, Senin (26/8/2025).
JOGJA - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh Cilvi Widonarti. Warga Kelurahan Prenggan, Kotagede, Kota Jogja ini mengaku dimudahkan dalam hal pengobatan sakit mata cucunya yang diderita selama beberapa tahun terakhir ini.

Cilvi mengatakan, cucunya menderita sakit mata karena kebiasaan bermain gadget. Apalagi intensitasnya juga cukup sering.

“Sakitnya karena sering main handphone sama tiduran, pulang sekolah atau sedang tidak ada kegiatan pasti main handphone,” ujar Cilvi saat ditemui, Senin (25/8/2025).

Menurut Cilvi, dia sudah sering untuk mencegah cucunya untuk bermain handphone. Namun diakuinya cukup sulit.

Sebab jika anak-anak sudah kecanduan game maka akan tidak mudah untuk dicegah.

Akibat kebiasaan tersebut, cucunya sering mengeluh mata seperti berkabut. Kondisi itu tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Apalagi untuk kegiatan membaca dan menulis.

Sebab pandangan menjadi tidak jelas dan susah fokus untuk kegiatan belajar. Baik itu yang dilakukan di rumah maupun sekolah.

Namun berkat penjaminan JKN, proses pengobatan mata cucunya jadi lebih mudah. Setelah mendapatkan rujukan dari Puskesmas Kotagede 1, cucunya langsung mendapat penanganan dari Klinik Mata Jogja.

Cucunya yang genap berusia 12 tahun tersebut mendapatkan pemeriksaan intensif.

Kemudian juga diberikan obat tetes mata untuk meringankan keluhan pandangan berkabut.

Cilvi mengakui, pelayanan yang didapatkan cukup bagus. Meskipun dia menggunakan BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah.

Fasilitas yang didapatkan tetap tidak dibeda-bedakan. Termasuk tenaga kesehatannya juga ramah serta memberikan penjelasan kepada cucunya agar mengurangi aktivitas bermain handphone.

“Pemeriksaan yang didapat klinik juga dikasih obat, bagus pelayanannya,” beber Cilvi.

Menurutnya, Program JKN sangat membantu dalam hal pembiayaan. Sebab selama mendapatkan penanganan di puskesmas hingga ke klinik khusus mata dia dibebaskan biaya apapun alias gratis.

Cilvi menilai, bantuan pembiayaan pemeriksaan mata dari JKN memang sangat meringankan keluarganya. Apalagi dia juga mengetahui kalau pengobatan mata memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Selain dari segi pembiayaan, Cilvi pun mendapatkan manfaat lain dalam hal proses pengobatan. Sebab untuk memeriksakan cucunya dia tinggal mendaftar lewat Aplikasi Mobile JKN. Dalam aplikasi tersebut dia juga bisa melihat antrian termasuk jam pemeriksaan.

“Pokoknya sangat terbantu dengan BPJS Kesehatan, tidak khawatir biaya,” kata Cilvi.

Sementara itu, cucunya mengaku sangat senang bisa mendapatkan penanganan kesehatan.

Dia berjanji akan mengurangi aktivitasnya bermain handphone agar keluhan mata berkabut yang dialaminya bisa berkurang.

Selama ini, dirinya memang cukup sering bermain gadget karena keasyikan bermain game. Dia sendiri sudah cukup intens bermain game gadget sejak duduk di bangku kelas lima sekolah dasar.

“Setelah sakit mata saya akan mengurangi bermain handphone, agar cepat sembuh,” tutur anak laki-laki yang kini duduk di bangku SMP ini. (inu)

Editor : Bahana.
#BPJS Kesehatan