Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baca Ini! Sekali Seumur Hidup Kamu Harus Tahu Fakta Menarik di Balik Kentut Manusia

Meitika Candra Lantiva • Senin, 16 Juni 2025 | 18:41 WIB
Orang menutup hidung mencium bau kentut.
Orang menutup hidung mencium bau kentut.


RADAR JOGJA - Meski sering dianggap memalukan atau lucu, kentut adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Dalam dunia medis, kentut dikenal dengan istilah flatulensi, yaitu proses keluarnya gas dari saluran pencernaan melalui anus.

Suaranya bisa membuat satu ruangan terguncang oleh tawa, tapi tahukah kamu bahwa kentut menyimpan sejumlah fakta ilmiah yang menarik?


Setiap orang, tanpa terkecuali, pasti kentut.

Bahkan orang paling elegan sekalipun tetap menghasilkan gas dalam tubuhnya.

Rata-rata manusia normal bisa kentut antara 10 hingga 25 kali sehari, dan itu sepenuhnya wajar.

Gas yang keluar ini terdiri dari berbagai unsur, seperti nitrogen, oksigen, karbon dioksida, metana, dan hidrogen.

Tapi jangan buru-buru menyalahkan makanan terakhirmu.

Gas ini sebagian besar sebenarnya terbentuk dari udara yang tertelan saat makan atau minum, serta proses fermentasi alami dari bakteri dalam usus besar.


Jumlah Kentut Tidak Menentukan Bau


Yang menarik, bau kentut tidak selalu berasal dari jumlahnya, tapi dari kandungan kecil senyawa belerang seperti hidrogen sulfida.

Meski hanya dalam kadar sangat rendah, senyawa ini punya bau yang sangat tajam dan khas, mirip telur busuk.

Dan uniknya, bau tersebut bisa menjadi petunjuk apakah sistem pencernaan kita bekerja baik atau sedang mengalami gangguan.

Misalnya, kentut yang terlalu bau bisa menandakan intoleransi makanan tertentu atau ketidakseimbangan bakteri dalam usus.


Menjadi Salah Satu Indikator Kesehatan

Kentut juga bisa menjadi indikator kesehatan yang baik.

Dalam beberapa kasus, tidak bisa kentut justru berbahaya, karena bisa jadi ada penyumbatan pada saluran pencernaan.

Setelah operasi besar, misalnya, dokter sering kali menunggu pasien kentut sebagai tanda bahwa fungsi pencernaannya mulai pulih.

Jadi, kentut bukan hanya lucu, dia juga bisa menyelamatkan nyawa!


Kentut Bisa Terbakar

Selain itu, ada juga fakta mengejutkan dari dunia ilmiah, kentut bisa terbakar.

Gas metana dan hidrogen yang terkandung di dalamnya bersifat mudah terbakar, dan karena itu, dalam percobaan ilmiah tertentu, gas kentut bisa dinyalakan.

Tapi tentu saja, ini bukan eksperimen yang disarankan di rumah!


Suara Kentut Beragam

Fakta lain yang tak kalah menarik adalah soal suara kentut.

Suara yang dihasilkan ternyata tergantung pada tekanan gas dan bentuk otot anus.

Jadi, bukan isi gasnya yang menentukan seberapa keras suaranya, tapi cara keluar dan kecepatan aliran gas tersebut.

Itulah mengapa kadang suara kentut bisa pelan nyaris tak terdengar, atau justru sekeras klakson motor di pagi hari.


Dan tahukah kamu, beberapa hewan juga kentut, meski ada juga yang tidak.

Ikan seperti hiu bisa menghasilkan gas, sementara makhluk seperti ubur-ubur atau burung tertentu tidak kentut karena sistem pencernaannya berbeda.

Sementara itu, manusia bukan hanya sering kentut, tapi juga sering menahannya, padahal menahan kentut secara berulang bisa menyebabkan kembung dan nyeri perut.

Menahannya sesekali memang tidak berbahaya, tapi jika terlalu sering, bisa bikin perut terasa seperti balon siap meledak.


Kentut adalah sinyal tubuh yang sehat dan alami, bahkan punya fungsi medis yang cukup penting.

Dari komposisi kimianya hingga suara dan baunya, kentut ternyata menyimpan banyak fakta ilmiah yang sering kita abaikan.

Jadi lain kali kalau kamu atau orang di sebelahmu kentut, jangan langsung panik atau malu.

Siapa tahu, itu tanda bahwa sistem pencernaan sedang bekerja dengan sangat baik.


Karena pada akhirnya, semua orang kentut, hanya frekuensi dan gayanya yang berbeda. (Adinda Fatimatuzzahra)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#fakta menarik #kentut #suara kentut #Kesehatan #gas #Kentut Manusia #indikator