Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sepuluh Kalurahan di Kulon Progo Jadi Sasaran Intervensi Penurunan Stunting

Anom Bagaskoro • Rabu, 11 Juni 2025 | 14:35 WIB

 

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko
 

KULON PROGO - Masalah stunting masih menghantui wilayah Bumi Binangun. Kendati, mengalami penurunan di tahun sebelumnya, Pemkab Kulon Progo terus berupaya menurunkan angka prevalensi stunting. Salah satunya dengan menjadikan sepuluh kalurahan menjadi lokasi khusus.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyampaikan, di tahun 2024 terjadi penurunan angka stunting sebesar tiga persen. Awalnya, tahun 2023 angka stunting berada di kisaran 21persen, lalu turun di angka 18persen. Angka ini di anggap lebih kecil dibanding rata-rata prevalensi stunting nasional.

"Kami mengusahakan agar terus mengalami penurunan, kalau bisa lima persen tahun ini," ucap Ambar, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Selasa (10/6).

Salah satu cara yang diklaim efektif menurunkan stunting, dengan berfokus pada wilayah yang memiliki prevalensi stunting tinggi. Pemkab menetapkan 10 kalurahan yang memiliki pravelensi stunting tinggi untuk melakukan penurunan. "Di 2025 ada 10 kalurahan, dan 2026 10 kalurahan," ungkapnya.

Sepuluh kalurahan itu telah ditetapkan dalam SK Bupati Kulon Progo. Kalurahan ditetapkan sebagai lokasi khusus, untuk percepatan penurunan stunting. Hal ini lebih efektif, karena pemkab biaa lebih fokus dalam penanganan di satu tempat.

Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyampaikan, stunting masih menjadi pekerjaan rumah pemkab. Hal ini dibuktikan dengan jumlah balita stunting di Bumi Binangun, didasari data pemantauan status gizi (PSG) dan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). "Di 2025 ini, angka balita stunting masih fluktuatif dikisaran 10 persen," ungkapnya

Triyono menyampaikan, data pada Januari 2025 jumlah balita stunting berada di posisi 10,86 persen, kemidian mengalami penurunan menjadi 10,76 di Maret. Data ini masih bersifat fluktuatif, akan tetapi pemkab tetap berusaha melakukan penstabilan angka di kisaran 10 persen.

Di sisi lain, data PSG presentase balita stunting tahun 2018 mencapai angka 14 persen. Turun hingga 9,43 di 2023. Lalu mengalami kenaikan menjadi 10 persen di 2024 lalu. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Kulon Progo #kalurahan #Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko #Stunting #Prevalensi