Kabag SDM, Umum dan SDM BPJS Kesehatan KC Kebumen Andy Sulistyanto.
M Hafied/Radar Jogja
KEBUMEN - Capaian program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kebumen terus menunjukkan tren positif. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mencatat, jumlah penduduk Kebumen yang terdaftar sebagai peserta JKN mencapai 1.432.409 jiwa dari 1.446.833 jiwa. Artinya capaian program JKN ini sudah mencapai 99 persen.
Kabag SDM, Umum dan SDM BPJS Kesehatan KC Kebumen Andy Sulistyanto mengatakan, hampir seluruh masyarakat Kebumen kini telah resmi terdaftar dalam program JKN.
Dengan capaian ini Kabupaten Kebumen telah berhasil memenuhi syarat universal health coverage (UHC) atau cakupan jaminan kesehatan bagi penduduk di daerah tertentu.
“Persentase peserta JKN Kebumen sudah nyaris 100 persen. Tingkat keaktifan 75 sekian persen,” ucapnya, Senin (12/5).
Dia menyebut, secara berkala pertumbuhan peserta JKN di Kebumen terus menunjukkan tren positif. Tercatat pada Mei 2024 capaian program JKN baru 96,08 persen, namun perlahan terus naik selama rentang Agustus-November 2024 sampai pada titik 98,70 persen. Terakhir per 1 April 2025 capaian JKN sudah menyentuh angka 99 persen. “Kebumen ini sudah UHC ya. Paling kami genjot di tingkat keaktifan saja,” kata Andy.
Dari 1,4 juta lebih peserta JKN, didominasi segmen penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK) dengan jumlah 816.375 peserta. Disusul segmen pekerja penerima upah badan usaha (PPU BU) sebanyak 202.919 peserta.
Sedangkan paling sedikit segmen bukan pekerja (BP) sejumlah 23.559 peserta. “Tingkat kepesertaan dan kaktifan bisa naik. Misal ketika bayi lahir langsung didaftarkan peserta PBI. Tapi itu tergantung kekuatan uang daerah,” ujarnya.
Hingga April 2025, lanjut Andy, BPJS Kesehatan telah membayar klaim tagihan senilai Rp 286,6 miliar. Klaim tersebut diberikan kepada 189 mitra fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rujukan tingkat lajutan (FKRTL). “JKN itu prinsipnya gotong royong. Pondasinya mewujudkan keadilan sosial. Saling bahu membahu,” kata dia.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kebumen Bambang Sutrisno meminta Pemkab Kebumen dengan anggaran yang tersedia untuk tetap mempertahankan predikat UHC. Menurut Bambang, sektor kesehatan masuk dalam layanan dasar yang harus terpenuhi.
Oleh karena itu pemerintah perlu memastikan dan menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat secara adil dan merata. “Rekan kami di banggar dan kelengkapan lain akan mendorong pemerintah konsisten pada prioritas pembangunan. Salah satunya di kualitas layanan kesehatan,” tegas Bambang. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo