Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspadai Penyakit Ginjal Kronis pada Anak: Mengenal Gejala, Penyebab, dan Cara Pencegahannya

Bahana. • Jumat, 25 April 2025 | 18:37 WIB
Ilustrasi penderita gagal ginjal
Ilustrasi penderita gagal ginjal

RADAR JOGJA - Penyakit ginjal bukan hanya persoalan orang dewasa. Faktanya, gangguan serius pada ginjal juga bisa menyerang anak-anak, bahkan sejak usia balita.

Penyakit ginjal kronis (PGK) bisa berlangsung dalam jangka waktu lama dan berdampak besar pada kualitas hidup anak, sehingga penting untuk mengenalinya sejak dini.

Ginjal berperan vital dalam menyaring limbah dan cairan berlebih dari tubuh. Bila terjadi gangguan, fungsi ini tidak berjalan optimal dan bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan berujung pada gagal ginjal.

Jenis Penyakit Ginjal dan Perbedaannya

Menurut dr. Eka Laksmi Hidayati, Sp.A(K), dokter spesialis anak, gangguan ginjal secara umum terbagi menjadi dua jenis berdasarkan waktunya.

Jenis pertama, penyakit ginjal akut, muncul secara tiba-tiba dan dalam waktu singkat. Biasanya bisa disembuhkan tanpa bekas gangguan fungsi ginjal.

Sementara jenis kedua, penyakit ginjal kronis, lebih berat. Pada umumnya, penyakit ini menetap selama lebih dari 3 bulan, tetapi banyak juga penyakit ginjal kronis yang akan dialami seumur hidup. Artinya tidak ada lagi perbaikan untuk ginjalnya, harus ada terapi secara terus-menerus seumur hidup.

Penyebab PGK Berdasarkan Usia

Penyebab penyakit ginjal kronis pada anak berbeda tergantung pada usia:

Pada balita, PGK paling sering disebabkan oleh kelainan bawaan, seperti gangguan pembentukan jaringan ginjal atau kelainan saluran kemih.
Pada anak usia di atas 5 tahun, penyebabnya bisa berupa penyakit turunan (misalnya ginjal polikistik) atau penyakit yang didapat seperti glomerulonefritis kronis.


Faktor risiko lainnya termasuk:

Riwayat keluarga dengan penyakit ginjal genetik

Bayi lahir dengan berat badan rendah atau prematur

Riwayat gagal ginjal akut

Infeksi saluran kemih berulang

Sindrom nefrotik, nefritis akut, atau sindrom hemolitik uremik

Penyakit sistemik seperti lupus, diabetes, atau Henoch-Schönlein purpura

Tekanan darah tinggi

Anak-Anak Juga Bisa Terkena

Meski lebih umum pada orang dewasa, penyakit ginjal ternyata juga bisa menyerang anak-anak yang tampak sehat.

Dehidrasi berat akibat diare berkepanjangan, atau kondisi yang tidak tertangani, bisa memicu penurunan drastis aliran darah ke ginjal.

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa pada tahun 2017, sebanyak 212 anak dari 14 rumah sakit pendidikan tercatat mengalami gagal ginjal dan memerlukan terapi pengganti ginjal.

Salah satu gejala awal yang bisa dikenali adalah pembengkakan kaki secara simetris. Hal ini bisa menjadi sinyal awal adanya gangguan pada fungsi ginjal.

Menurut dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes cara mengetahui gejala gangguan ginjal salah satunya bisa diketahui melalui kaki yang membengkak secara simetris.

Ia menambahkan bahwa tenaga medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran utama dalam deteksi dini. Pemeriksaan laboratorium harus segera dilakukan jika ada gejala mencurigakan.

Langkah Pencegahan: CERDIK & PATUH

Pemerintah telah menggalakkan upaya pencegahan penyakit ginjal kronis melalui dua pendekatan:

CERDIK:

Cek kesehatan secara berkala
Enyahkan asap rokok
Rajin olahraga
Diet seimbang
Istirahat cukup
Kelola stres

PATUH:

Periksa kesehatan dan ikuti anjuran dokter
Atasi penyakit dengan pengobatan teratur
Tetap diet sehat dan bergizi
Upayakan aktivitas fisik yang aman
Hindari rokok, alkohol, dan zat berbahaya

Selain itu, melalui program Self Awareness, masyarakat didorong untuk melakukan pengukuran tekanan darah dan gula darah secara rutin, minimal setahun sekali di Posbindu PTM.

Pemerintah juga terus meningkatkan akses ke fasilitas kesehatan tingkat pertama, memperkuat sistem rujukan, dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Penulis: Abel Alma Putri

Editor : Bahana.
#ginjal #ginjal anak-anak #sakit kronis #sakit ginjal