RADAR JOGJA - Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita di Indonesia.
Sayangnya, penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak penderita yang baru menyadarinya ketika sudah mencapai stadium lanjut.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, kanker serviks menempati urutan kedua sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang dapat menyebar melalui kontak seksual dan berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas.
“Gejala kanker serviks umumnya baru muncul ketika penyakit sudah berkembang lebih lanjut. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri saat berhubungan intim, keputihan yang tidak normal, serta nyeri panggul yang berkepanjangan,” ujar dr Rina Lestari, spesialis obstetri dan ginekologi dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Pemeriksaan rutin seperti pap smear dan tes HPV menjadi langkah penting dalam mendeteksi kanker serviks sejak dini.
Pemerintah bersama organisasi kesehatan terus menggalakkan program vaksinasi HPV bagi remaja perempuan dan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini guna menekan angka kasus kanker serviks.
Selain itu, pola hidup sehat seperti menjaga kebersihan organ reproduksi, menghindari merokok, serta menerapkan pola makan bergizi dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker serviks.
Wanita yang aktif secara seksual juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna memastikan kondisi serviks tetap sehat.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker serviks dan pentingnya deteksi dini, diharapkan angka kematian akibat penyakit ini dapat terus berkurang.
Pemerintah dan tenaga medis pun terus berupaya meningkatkan akses terhadap pemeriksaan dan vaksinasi guna melindungi kesehatan perempuan di Indonesia. (Nur Rahmawati)