MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang bakal segera membuka layanan kesehatan dari pagi hingga malam. Rencananya, pelayanan tersebut akan dimulai pasca-Lebaran di tiga puskesmas induk di masing-masing kecamatan. Hal itu sebagai wujud menghadirkan layanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengutarakan, perubahan jam operasional itu bakal direalisikan dalam 100 hari kerja pertama. Bahkan, sejumlah persiapan sudah dilakukan, baik dari tenaga medis hingga infrastruktur. "Segera akan kami mulai setelah Lebaran nanti," ujarnya, Kamis (6/3).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso menambahkan, pelayanan yang diberikan standar seperti pada umumnya, yakni pelayanan umum dan poli gigi. Tidak hanya berlaku di puskesmas, pelayanan sampai malam ini bahkan juga akan diberlakukan di RSUD Tidar.
Dia mengatakan, pelayanan kesehatan hingga sore ini akan dirancang seperti pelayanan di kota-kota besar, Jakarta maupun Surabaya. "Apalagi kami ingin menuju Kota Magelang yang modern, maka pelayanan rumah sakit harus maksimal," lontarnya.
Selain pelayanan kesehatan hingga malam, di RSUD Tidar juga akan memberikan pelayanan antar obat kepada pasien lanjut usia di rumahnya secara gratis. Tak hanya lansia, pasien sakit jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya juga akan mendapatkan pelayanan cuma-cuma ini.
Dia menyebut, tenaga medis maupun infrastruktur untuk menunjang program tersebut sudah disiapkan sebaik mungkin. Sehingga nantinya, setelah Lebaran, program itu bisa direalisasikan. "Akan kami antar obatnya ke rumah dengan gratis. Semoga ini dapat membuat pasien lebih nyaman," katanya.
Program tersebut, termasuk dalam bagian dari empat kluster utama, yakni Magelang: Kita Peduli. Dalam klaster tersebut menitikberatkan pada kesejahteraan sosial, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan bagi kelompok rentan.
Selain itu, ada tiga kluster lain yang menjadi fokus utama dalam program 100 hari kerja. Di antaranya Magelang Tumoto atau kluster program yang berfokus pada tata kelola pemerintahan yang egile, profesional, berbasis data, dan melayani masyarakat dengan cepat dan transparan.
Kemudian, Magelang Bergaung atau kluster program yang mendorong promosi dan branding kota, agar semakin dikenal luas. Termasuk melalui sektor pariwisata, seni budaya, serta industri kreatif. Lalu, Ngrawat Magelang atau kluster program untuk memastikan kelestarian lingkungan, pembangunan berkelanjutan, serta revitalisasi infrastruktur yang mendukung kenyamanan masyarakat. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo