RADAR JOGJA - Indonesia saat ini menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan konsumsi mikroplastik tertinggi di dunia.
Rata-rata masyarakat Indonesia mengonsumsi kurang lebih sebanyak 15 gram per bulan mikroplastik.
Mikroplastik adalah potongan kecil plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter, yang dapat terlarut di lingkungan dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, air, dan udara.
Peningkatan konsumsi mikroplastik ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Cara Menghindari Konsumsi Mikroplastik
Di Indonesia yang pada umumnya menggunakan bahan dasar berupa plastic untuk berkegiatan sehari-hari tentu mempermudah masuknya zat mikroplastik ke dalam tubuh, maka dari itu perlu memperhatikan barang hingga makanan dan minuman yang akan dikonsumsi tubuh.
Berikut beberapa cara terhindar dari konsumsi mikroplastik yang membahayakan kesehatan tubuh.
1. Hindari penggunaan alat masak yang mengandung plastik
Gunakan alat masak dari bahan stainless steel, kaca, atau bahan alami lainnya yang lebih ramah lingkungan.
2. Kurangi peralatan makan berbahan dasar plastik
Pilih peralatan makan dari bahan bambu, stainless steel, atau keramik untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
3. Kurangi penggunaan sedotan dan tumbler plastik
Gunakan sedotan stainless steel, kaca, atau bahan ramah lingkungan lainnya, dan pilih tumbler yang dapat dipakai berulang kali.
4. Hindari konsumsi air mineral kemasan
Air mineral kemasan seperti botol maupun gelas plastik, dan galon beresiko tercampurnya mikroplastik ke dalam air.
5. Hindari makanan yang berkaleng
Makanan dalam kaleng sering tercemari mikroplastik karena kandungan plastic yang melindungi kaleng, lebih baik memilih makanan segar atau kemasan alternatif yang ramah lingkungan.
6. Kurangi konsumsi teh kantong
Gunakan teh daun loose leaf yang lebih ramah lingkungan seperti teh tubruk dan semacamnya, karena kantong pada teh celup mengandung plastic yang bila mana diseduh dengan air panas akan cepat menyatu dengan minuman.
7. Hindari penggunaan kertas minyak
Pilih alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti kertas perkamen atau pengganti kertas minyak berbahan alami, karena lapisan di dalam kertas minyak terddapat plastic tipis yang dapat terkikis oleh panasnya makanan.
8. Kurangi penggunaan plastik untuk makanan atau minuman
Cobalah menggunakan bahan pengemas alternatif seperti kertas, kaca, atau bahan yang dapat terurai secara alami.
9. Hindari pakaian berbahan sintetis
Pakaian dari bahan sintetis seperti poliester, nilon, atau akrilik dapat melepaskan mikroplastik saat dicuci.
Pilih pakaian berbahan alami seperti katun, wol, atau linen yang tidak mengandung plastik.
Beresiko tertelan secara tidak sengaja bila tangan terkontaminasi dengan bahan sintetis tersebut.
10. Kurangi penggunaan kosmetik dengan kemasan berbahan plastik
Banyak produk kosmetik dan perawatan tubuh, seperti scrub wajah dan pasta gigi, mengandung mikroplastik.
Pilih produk yang bebas dari mikrobeads atau pilih produk berbahan alami.
11. Gunakan produk pembersih tanpa plastik
Hindari produk pembersih rumah tangga yang mengandung mikroplastik, seperti spons atau sikat berbahan plastic, karena dapat menempel pda peralatan makan ataupun masak.
Pilih produk berbahan alami yang tidak menghasilkan mikroplastik.
Dengan langkah-langkah ini, kita bisa lebih mengurangi dampak mikroplastik terhadap tubuh dan lingkungan. (Adinda Fatimauzzahra)