Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penelitian Temukan Lebih dari Setengah Rumah di Indonesia Memiliki Dinding yang Terpapar Timbal dari Cat, Kenali Bahayanya!

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 16 November 2024 | 18:55 WIB
Ilustrasi cat dinding yang terpapar timbal.
Ilustrasi cat dinding yang terpapar timbal.

RADAR JOGJA – Pada 2019, sekitar 27.000 penduduk Indonesia meninggal diakibatkan oleh keracunan timbal.

Cat merupakan barang yang harus diwaspadai karena mengandung timbal yang tinggi sehingga dapat menyebabkan keracunan.

Penelitian yang telah dipublikasi dalam Work Bank Policy Research Working Papers mengungkapkan pada Desember 2023 setidaknya 44,8% orang Indonesia tinggal di rumah dengan cat timbal, meningkat menjadi 57,9%.

Anak-anak Indonesia memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi daripada orang deasa, sekitar 46% anaknberusia lima tahun atau lebih muda.

Cat dalam kondisi yang buruk seperti mengelupas meningkatkan paparan timbal secara signifikan pada 14,1% anak-anak berusia lima tahun atau lebih muda.

Berdasarkan cakupan wilayahnya, Maluku dan Papua memiliki tingkat kandungan timbal yang paling banyak, sekitar 77% rumah tangga.

Posisi kedua, Sumatera dengan sekitar 76% rumah tangga yang menggunakan cat yang terpapar timbal.

Kalimantan berada pada posisi ketiga, yakni 64% dari sampel rumah tangga positif mengandung timbal, disusul oleh Sulawesi sekitar 61%

Sampel rumah tangga di Jawa dan Bali positif terpapar timbal sekitar 51%, disusul Nusa Tenggara dengan prevalensi terendah di antara wilayah lain, sekitar 46%

Kondisi tersebut dialami oleh penduduk dengan kondisi ekonomi yang rendah memiliki kondisi cat yang bertimbulan dan mengalami paparan debu beracun yang lebih besar.

Selain survei rumah tangga, peneliti juga menguji produk cat yang tersedia di pasar lokal seluruh Indonesia.

Petugas survei mengumpulkan informasi dari kombinasi merek dan warna cat yang paling populer di 68 toko.

Hasilnya, 105 dari 136 sampel positif mengandung timbal. Atau sebanyak 77% merek cat populer yang saat ini tersedia di toko dipastikan mengandung timbal.

“Hasilnya menunjukkan bahwa risiko keracunan dari cat timbal tinggi dan tersebar luas di Indonesia, dan rantai pasokan cat yang terkontaminasi timbal tetap dominan,” tulis Work Bank Policy Research Working Papers.

Baca Juga: Mengurai Toxic Masculinity: Tantangan Kesehatan Mental Pria di Indonesia

Pemerintah Indonesia belum mengatur tegas batasan kadar timbal dalam cat yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Pada wanita hamil, timbal dapat melewati penghalang plasenta, meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah perkembangan pada janin.

Melansir dari World Health Organization, timbal dapat memengaruhi perkembangan otak anak-anak secara permanen, yang mengakibatkan berkurangnya kecerdasan intelektual (IQ), perubahan perilaku seperti peningkatan perilaku antisosial.

Paparan timbal juga menyebabkan anemia, hipertensi, gangguan ginjal, imunotoksisitas, dan toksisitas organ reproduksi.

Standar Nasional Indonesia (SNI) terdiri dari standar “wajib” dan “sukarela”.

Cat dikategorikan dalam SNI sukarela, berarti kepatuhan tidak wajib bagi produsen atau importir.

Konsentrasi timbal maksimum yang direkomendasikan adalah 90 ppm.

Terlepas dari ketentuan ini, kepatuhan terhadap standar ini adalah sukarela bagi produsen dan pengecer, dan tidak ada persyaratan pelaporan wajib. (Yasminun Ardine Issudibyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dinding #risiko #timbal #rumah #dampak #penelitian #terpapar #Standar Nasional Indonesia #bahaya #Indonesia