Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terkejut mengunakan BPJS Kesehatan, Nano Yulianto Mengaku Sangat Terbantu dengan Aplikasi Mobile JKN

Delima Purnamasari • Senin, 11 November 2024 | 21:38 WIB

Peserta yang memanfaatkan BPJS Kesehatan, Nano Yulianto
Peserta yang memanfaatkan BPJS Kesehatan, Nano Yulianto
SLEMAN, RADAR JOGJA - BPJS Kesehatan terus memperbaiki layanannya untuk para peserta. Salah satunya dengan menghadirkan Aplikasi Mobile JKN.

Aplikasi ini dinilai begitu memudahkan para penggunanya.

Salah satu peserta yang memanfaatkannya adalah Nano Yulianto. Dia mengaku bahwa ini adalah momen pertamanya menggunakan jaminan dari Porgram.

Sebelumnya, setiap kali sakit laki-laki berusia 34 tahun tersebut selalu menggunakan jalur pasien umum.

"Ketika periksa dengan jalur umum sudah divonis ada batu ginjal. Saya merasa pinggang dan perut sakit sakit semua. Dua hari ini memang kondisi mendingan, tapi khawatir nanti gejala lagi," ucapnya saat periksa di RS Khusus Bedah An Nur Yogyakarta, Kamis (07/11).

Dia bercerita sakit ini membuatnya harus mengambil cuti hingga seminggu terakhir.

Selama tidak bekerja ini, dia mengalami berbagai keluhan. Mulai dari tidak bisa tidur, duduk tidak nyaman, hingga sulit buang air besar.

Penyakit berupa adanya gumpalan mirip batu yang terbentuk di dalam ginjal atau saluran kemih ini sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Mulai dari kurang minum, terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung garam, hingga karena kondisi medis tertentu.

Awalnya Nano menilai pasien JKN akan dipersulit dan proses administrasi yang harus dilalui ribet dan lama. Namun, setelah coba menggunakan JKN, dia mengaku cukup puas.

Proses admnistrasi yang perlu dia lakukan hanya perlu mengikuti alur yang sudah ada. Nano yang dibantu istrinya hanya perlu mengisi administrasi sesuai dengan arahan petugas.

"Untuk pendaftaran ini langsung lewat Aplikasi Mobile JKN jadi bisa langsung online gitu. Sangat membantu sekali," terangnya.

Dia sendiri tinggal di Kabupaten Gunungkidul, sementara RS Khusus Bedah An Nur Yogyakarta berada di Kabupaten Sleman.

Jarak sekitar 50 km yang harus di tempuh selama satu setengah jam membuat pendaftaran secara daring jadi fitur yang sangat penting buatnya.

"Aplikasinya mudah digunakan. Sudah tertera juga nanti prosedur pasien itu harus ke fasilitas kesehatan mana," ucapnya.

Aplikasi Mobile JKN sendiri adalah aplikasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan untuk mempermudah peserta mengakses berbagai layanan kesehatannya.

Di dalamnya ada berbagai fitur unggulan. Mulai dari cek status kepesertaan, pencarian rumah sakit, hingga pendaftaran online.

Dengan demikian, pelayanan jadi lebih mudah dan efisien. Pada mulanya Nano memang belum begitu mengetahui soal prosedur di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

Terutama proses sampai mendapatkan surat rujukan dari FKTP ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

"Saya sempat coba pakai JKN ke klinik, tapi ternyata enggak bisa. Karena saya tidak terdaftar di FKTP tersebut. Jadi, jika kita harus periksa ke FKTP terdaftar. Kecuali jika baru di luar kota, bisa dilayani maksimal tiga kali dalam satu bulan. Saya memang masih awam," tambahnya.

Walaupun demikian, Nano merasa begitu bersyukur. Lantaran kini sudah bisa melakukan pengobatan secara gratis.

Dia menuturkan, apabila tetap dijalur umum maka akan menghabiskan banyak biaya. Untuk operasinya saja bisa mencapai Rp 13 juta. Angka tersebut belum termasuk biaya kamar.

"BPJS Kesehatan saya didaftarkan oleh kantor. Saya karyawan dan kerjanya jadi sales," ucap Nano.

Nano sendiri adalah peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha. Jadi iurannya langsung dipotong dari gaji yang dia terima setiap bulan.

Untuk prosesnya, dia tidak perlu mengurus administrasi apapun karena semuanya sudah otomatis
Bagi Nano, hadirnya BPJS Kesehatan dalam masa genting seperti ini sangat membantu untuk meringankan kesulitannya.

Dia hanya berharap pemeriksaan dan pengobatannya ke depan bisa berjalan dengan lancar. Dengan begitu, dia bisa kembali beraktivitas seperti biasa.

Editor : Bahana.
#Sleman #Mobile JKN #BPJS Kesehatan