Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Stunting di Sleman Malah Terjadi di Lokasi Lumbung Pangan, Pola Asuh Disebut Jadi Kendala

Delima Ayu Pradika • Selasa, 15 Oktober 2024 | 04:34 WIB

 

Ilustrasi anak alami stunting.
Ilustrasi anak alami stunting.

 

SLEMAN - Kabupaten Sleman masih terkendala untuk menciptakan kondisi nol stunting. Hal ini disebabkan karena pola asuh yang masih belum tepat.

 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama menerangkan, kasus stunting di Sleman saat ini sejumlah 4,41 persen. Empat kapanewon dengan kasus tertinggi adalah Minggir 8,5 persen; Pakem 7,5 persen; Seyegan 7,08 persen; dan Turi 6,61 persen.

 

"Kami sudah melakukan audit kasus stunting. Penyebab utamanya adalah pola asuh," ucap Cahya.

 

Dia mencontohkan, orang tua kerapkali lebih menitikberatkan pada ketersediaan camilan dan jadwal pemberian makan pada anak yang tidak teratur. Cahya menerangkan, kondisi ini banyak terjadi pada orang tua yang bekerja, sementara anak dititipkan pada nenek atau saudara tanpa bekal ilmu pengasuhan yang baik.

Baca Juga: Lindsey Dianti Soetodrono, Gadis Suriname Keturunan Jawa Berhasil Temukan Desa asal Kakek Buyutnya di Kabupaten Purworejo, Ini Kisahnya 

"Stunting yang disebabkan karena kemiskinan hanya lima persen. Sementara 90 persen itu karena pola asuh," tegasnya.

 

Cahya juga menekankan, Dinas Kesehatan hanya mampu melakukan pengendalian kasus stunting sebesar 30 persen. Sebab, sisanya perlu kolaborasi dari berbagai pihak.

Misalnya, Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan rumah layak huni hingga Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan wilayah tinggal masyarakat tak tercemar sampah.

 

Sementara itu, Pjs Bupati Sleman Kusno Wibowo menyayangkan, kasus stunting justru banyak terjadi di lokasi lumbung pangan Sleman, seperti di Minggir. Menurutnya, di sana merupakan produsen beras dan ikan lantaran banyaknya praktik mina padi.

 

"Ini menjadi pekerjaan rumah kami. Ini tanggung jawab bersama," jelasnya.

 

Kusno juga berharap, akan ada pembinaan dan intervensi lebih lanjut terhadap pola asuh ini. Misalnya, dengan memberikan pendidikan pada pasangan calon sebelum menikah.

 

"Tempat-tempat dengan kasus stunting tinggi ini akan jadi fokus kami," tandasnya. (del)

Editor : Heru Pratomo
#Sleman #Minggir #pola asuh #zero stunting #Stunting #lumbung pangan #audit