Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bahaya Overthinking Dapat Menyabotase pada Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 13 September 2024 | 01:53 WIB

 

Ilustrasi Overthinking.  (freepik.com)
Ilustrasi Overthinking. (freepik.com)
RADAR JOGJA - Di zaman yang serba cepat dan sibuk ini, overthinking menjadi hal yang sudah biasa dirasakan banyak orang.

Tindakan yang melibatkan perputaran terus menerus dari pikiran yang sama, tanpa adanya solusi yang jelas.

Apa Itu Overthinking?

Overthinking berasal dari kata over (lebih) dan think (berpikir), didefinisikan secara umum overthinking adalah kecendrungan memikirkan masalah atau situasi yang berlebihan.

Hal ini dapat menciptakan siklus pikiran yang tidak produktif, overthinking membuat seseorang mengkhawatirkan masa depan, merenungi masa lalu, dan memikirkan hal yang belum tentu akan kebenarannya.

Orang yang overthinking sering kali memikirkan hal secara berlebihan, dari memikirkan setiap masalah kecil sampai menjadi besar dan menjadi lebih rumit dari sebelumnya.

Rasa overthinking disertai dengan kecemasan, stress, dan perasaan tidak puas, akibatknya dapat menghambat dalam mengambil keputusan dan dapat menguras energi.

Dampak Negatif dari Overthinking pada Kesehatan Mental
1. Gangguan pada Kecemasan
Pikiran yang terus menerus berputar dapat memperburuk kecemasan, seseorang yang mengalami overthinking akan merasa cemas terhadap situasi yang tidak akan pernah terjadi.

Hal ini dapat mengakibatkan rasa sulit untuk menjadi tenang dan santai, sebab overhinking mempengaruhi cara seseorang dalam menjalani dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

2. Menyebabkan Depresi
Ketika overthinking menjadi kebiasaan, maka seseorang akan terjebak dalam perasaan negatif yang mendalam.

Depresi dapat menyebabkan kesedihan, kesepian, dan perasaan hampa, terlalu memikirkan kegagalan atau kesalahan dimasa lalu secara terus menerus dapat membuat suasana hati sedih dan meningkatkan resiko depresi.

3. Gangguan pada Pola Tidur dan Makan
Overthinking dapat membuat seseorang mengalami gangguan pada tidur dan gangguan pada kontrol nafsu makan.

Pikiran yang teru menerus dapat memperburuk gangguan tidur malam, kecemasan dan kekhawatiran yang tidak kunjung reda dapat menyebabkan insomnia.

Gangguan tidur akibat overthinking dapat menganggu kualitas aktivitas harian dan produktivitas kerja. Seseorang yang tidak mendapatkan tidur yang cukup, lebih mudah marah dan lebih sensitive.

4. Menyebabkan tidak Fokus dan Produktivitas
Dampak overthinking dapat menyebabkan sel-sel otak melemah, dan sulit untuk fokus sehingga otak tidak mampu berfikir dan menghasilkan ide kreatif.

Overthinking dapat menjebak seseorang dalam pemikiran yang berlebihan, dapat mengakibatkan kesulitan untuk fokus pada pekerjaan, dan mengurangi produktivitas.

Cara Mengatasi Overthinking
1. Melatih pada kesadaran (Mindfulnes) dengasn cara meditasi atau relaksasi lainnya, yang dapat membantu menenangkan pikiran.

2. Berolahraga secara teratur dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stress, yang dapat membantu mengurangi overthinking berlebihan.

3. Menulis pada buku diary, mencatat kekhawatiran dapat membantu melihat masalah dengan cara yang lebih objektif dan merencanakan langkah-langkan yang lebih positif.

4. Fokus pada tujuan dan prioritas dapat membantu mengurangi rasa cemas dan memberikan arahan yang jelas dalam menjalani hidup.

Dengan memahami resiko bahayanya overthinking terhadap kesehatan, kamu dapat mengambil langkah-langkah untuk mengatasi rasa overthinking.

(Windu Fitri Yansi)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#gangguan tidur #kesehatan mental #insomnia #overthingking