RADAR JOGJA - Intermittent fasting (IF) atau banyak orang yang menyebut metode berpuasa, menjadi metode diet yang sangat populer dikalangan masyarakat.
Metode diet IF ini tidak hanya menurunkan berat badan saja, tapi juga baik untuk mendukung metabolisme tubuh yang lebih sehat dan bahkan bisa memperpanjang usia.
Banyak sekali kasus yang berhubungan dengan kesehatan di tahun ini.
Seperti kasus obesitas yang sekarang semakin marak terjadi.
Obesitas adalah kondisi medis dimana kelebihan lemak tubuh terakumulasi hingga mengganggu kesehatan seseorang.
Bisa dikategorikan menderita obesitas jika indeks masa tubuh mereka melebih 30 kilogram.
Penyakit obesitas menjadi penyakit atau wabah global yang sangat meresahkan banyak negara termasuk juga negara Indonesia.
Dari yang sebelumnya beranggapan bahwa penyakit obesitas itu hanya terjadi pada orang dewasa, sekarang penyakit obesitas juga bisa menyerang anak kecil hingga remaja dengan laju yang sangat mengkhawatirkan.
Di balik penyakit obesitas, banyak sekali penyakit lain yang bisa saja ada di dalam tubuh.
Seperti halnya penyakit diabetes, kolestrol hingga penyakit jantung.
Maka dari itu, kita harus menjaga pola hidup kita yang semula nya makan sembarangan dan sekarang harus lebih hati hati dengan menggunakan diet metode if atau intermittent fasting
Karena diet intermittent fasting ini berfokus pada pola makan dengan lama waktu yang berbeda setiap makan dan berpuasa.
Jadi penekanannya bukan pada makananyang kalian konsumsi, tapi lebih pada membatasi waktu makan kamu.
Untuk cara melakukan diet IF ini sangat banyak sekali pilihan berbedaan jam yang digunakan.
Untuk pemula biasanya yakni dengan metode puasa 12 jam sehari jadi selain waktu 12 jam itu boleh makan.
Sebenarnya metode yang pertama ini tidak jauh seperti kita melaksanakan Ramadhan, tapi bedanya kalau diet intermattent fasting masih boleh minum air putih saat melakukan puasa.
Untuk metode yang lain masih banyak seperti puasa 16 jam, puasa 2 hari dalam satu minggu, puasa 24 jam selama 1 minggu , dan masih banyak lagi.
Itu semua tidak dianjurkan untuk pemula jika ingin mencoba.
Lebih baik dikonsultasikan ke pihak yang lebih paham seperti ahli gizi.
Editor : Bahana.