RADAR JOGJA - Dalam rangka mengantisipasi masuknya virus Japanese Encephatilis (JE), Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul bakal menggencarkan vaksinasi selama dua pekan ke depan.
Vaksinasi menyasar anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun. Tenaga Kesehatan bakal mengunjungi sekolah, paud hingg posyandu dalam rangka memastikan semua anak di Gunungkidul sudah tervaksin.
Kepala Dinkes Gunugkidul Ismono menjelaskan, bahaya dari virus JE yakni berisiko menyerang otak hingga menyebabkan kematian. Upaya imunisasi dilakukan agar anak-anak tidak terpapar virus berbahaya tersebut.
"Kasus JE sudah terdeteksi di Kalimantan Barat, sehingga imunisasi kami lakukan dalam rangka mencegah virus radang otak," ujar Ismono.
Dikatakannya, vaksinasi JE bakal dilakukan selama dua pekan baik di satuan pendidikan, kelompok bermain dan posyandu-posyandu di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Pihaknya menargetkan, imunisasi JE dapat menyasar 95 persen anak di Bumi Handayani.
"Virus JE berasal dari nyamuk culen, masa inkubasi apabila terpapar di antara empat sampai 14 hari yang mana virus ini dibawa oleh nyamuk culen dan semoga di DIY ini tidak ada," ucapnya.
Risiko dari akibat virus JE sangat rentan terhadap anak-anak. Terkhusus menganggu tumbuh kembang anak. Otak merupakan organ vital yang dapat terserang virus JE.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan vaksinasi yang dilakukan tenaga kesehatan di Kabupaten Gunungkidul. Menurutnya langkah antisipasi di mulai dari orang terdekat yakni keluarga dan pemerintah.
"Mudah mudahan tidak sampai sini, dan langkah antisipasi seperti ini dibutuhkan dan semua pihak harus ikut campur tangan, kita juga perlu mendukung sepenuhnya untuk mempersiapkan generasi masa depan kita," ujar Sunaryanta. (ndi)
Editor : Heru Pratomo