RADAR JOGJA - Thailand menyatakan jika terdapat seseorang yang terkena virus Mpox galur (strain), belum lama ini yakni pada bulan Agustus 2024.
Kasus ini merupakan varian terbaru yang pertama di Asia. Menurut Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, seorang pria berusia 66 tahun terjangkit virus ini.
Pria ini melakukan perjalanan ke Afrika sebelum masuk ke Asia Tenggara. Dia mulai memperlihatkan gejala pada keesokan harinya, kemudian rumah sakit pun memberikan keterangan bahwa pria ini tertular Mpox clade Ib.
Virus ini berpotensi mematikan bagi pengidapnya. Dari data yang dibagikan oleh Kemenkes terdapat 88 masyarakat yang terkena virus ini.
Lalu apakah virus Mpox ini? Apa gejalanya? Dan bagaimana cara mengobatinya?
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang membagikan catatan tanya jawab, yaitu mengenai Mpox yang merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia.
Penyakit ini dikenal sebagai monkeypox yang kemudian namanya diubah pada tanggal 28 November 2022 oleh WHO untuk menghindari rasisme dan stigmatisasi.
Virus ini memiliki beberapa varian (clade) yang harus diketahui. Clade yang telah terindentifikasi dan dapat menimbulkan wabah yaitu clade Ia, clade Ib, dan clade IIb.
Clade Ia dan Ib ternyata memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan clade II.
Penularan juga dibagi lagi menjadi dua dimana clade Ib dan IIb, sebagain besar terjadi melalui kontak seksual, namun clade Ia ini ditularkan oleh hewan, zoonosis.
Mpox dapat ditularkan dari orang ke orang secara langsung maupun tidak langsung, biasanya pada benda yang terkontaminasi.
Mpox juga bisa menular melalui cairan tubuh seperti nanah atau darah. Penularan juga bisa terjadi saat berhubungan seks lewat ciuman, sentuhan atau yang lainnya.
Penularan tidak langsung ternyata bisa melalui pakaian, tempat tidur, atau peralatan makan yang telah terkontaminasi dari orang yang terjangkit virus Mpox.
Untuk penularan dari hewan ke manusia biasanya terjadi di negara-negara di benua Afrika.
Mpox biasanya terjadi karena terdapat kontak fisik antara manusia dan hewan yang telah terinfeksi virus Mpox.
Perlu diketahui, virys Mpox juga memiliki gejala yang cukup signifikan. Biasanya orang yang terjangkit virus ini akan mengalami demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening dan ruam atau lesi kulit.
Ruam biasanya terjadi dalam 1-3 hari sejak demam. Ruam ini awal mulanya akan terlihat seperti bintik merah mirip cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah yang kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok.
Ruam ini dapat ditemukan di wajah, telapak tangan dan telapak kaki, namun ruam pada mpox kadang disalahartikan sebagai sifilis atau herpes terutama di bagian mulut.
Gejala dari virus ini akan berlangsung selama 2-4 minggu dan dapat sembuh sendiri. Gejala juga bersifat ringan, namun ternyata bisa menyebabkan kematian terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan gangguan sistem imun.
Karena teknologi sudah semakin canggih, pengobatan untuk menyembuhkan virus Mpox juga sudah ditemukan.
Pengobatan ini harus diikuti terapi suportif dan simtomatis, selain itu tersedia pengobatan Mpox berupa antivirus yang diberikan untuk pasien setelah berkonsultasi dengan para ahli.