RADAR JOGJA - Seringkali, orang menganggap obat herbal dan suplemen sebagai hal yang sama karena keduanya terbuat dari bahan alami dan digunakan untuk mendukung kesehatan.
Namun, sebenarnya ada perbedaan signifikan antara keduanya, baik dari segi fungsi, tujuan penggunaan, maupun regulasinya.
Apa Itu Obat Herbal?
Obat herbal adalah produk yang dibuat dari tumbuhan dan digunakan untuk mengobati, meredakan, atau mencegah penyakit.
Obat herbal telah dipercaya selama ribuan tahun sebagai bagian dari pengobatan tradisional di berbagai budaya.
Misalnya, jahe dikenal untuk meredakan mual dan meningkatkan imunitas tubuh, sementara ginseng digunakan untuk meningkatkan energi dan vitalitas.
Dari segi regulasi, obat herbal diatur oleh badan pengawas seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Meskipun demikian, regulasinya tidak seketat obat konvensional, yang berarti penggunaannya harus lebih berhati-hati dan sesuai dengan anjuran.
Apa Itu Suplemen?
Suplemen, di sisi lain, mengandung vitamin, mineral, dan asam amino yang berfungsi untuk melengkapi nutrisi yang mungkin kurang dari makanan sehari-hari.
Suplemen sering kali digunakan untuk mendukung kesehatan secara umum, seperti menjaga kekebalan tubuh atau memperkuat kesehatan tulang.
Regulasi suplemen umumnya lebih longgar dibandingkan dengan obat herbal, karena tujuannya lebih kepada melengkapi kebutuhan nutrisi daripada mengobati penyakit.
Sebagai contoh, vitamin C dalam bentuk suplemen dikenal mampu meningkatkan daya tahan tubuh.
Mengapa Penting Mengetahui Perbedaannya?
Penting untuk memahami perbedaan antara obat herbal dan suplemen, karena meskipun keduanya berasal dari bahan alami, kegunaan dan dampaknya terhadap tubuh bisa sangat berbeda.
Obat herbal lebih fokus pada pengobatan atau pencegahan penyakit, sementara suplemen bertujuan untuk melengkapi nutrisi yang diperlukan oleh tubuh.
Sebelum menggunakan obat herbal atau suplemen, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau ahli kesehatan untuk memastikan mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.
Penggunaan yang tepat dapat membantu Anda mencapai manfaat kesehatan yang optimal, sedangkan penggunaan yang kurang tepat bisa berisiko bagi kesehatan. (Julia Putri Nur Isma)
Editor : Winda Atika Ira Puspita