Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berkat JKN, Biaya Operasi Ratusan Juta Etik Bisa Gratis Seluruhnya

Delima Purnamasari • Rabu, 31 Juli 2024 | 17:39 WIB

Peserta BPJS Kesehatan, Etik Agus Tristiyani merasa bersyukur operasi besar ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan
Peserta BPJS Kesehatan, Etik Agus Tristiyani merasa bersyukur operasi besar ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan
SLEMAN, RADAR JOGJA – Para peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Sleman merasa begitu bersyukur.

Salah satunya adalah Etik Agus Tristiyani.

Dia tidak perlu membayar biaya operasi yang mencapai ratusan juta karena semuanya digratiskan.

“Saya itu ada tumor satu, miomnya dua, dan ada bintik-bintik di endometrium,” ujar Etik.

Etik menuturkan, kondisi tersebut diawali saat dia buang air kecil yang selalu memunculkan
bau daging busuk.

Kondisi tersebut berlangsung lama hingga akhirnya pada Februari lalu dia mulai merasakan sakit.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata dia harus melakukan operasi berkala.

Pada Februari dilakukan proses laser untuk menangani bintik-bintik di endometrium, Maret untuk
pengambilan sampel tumor, dan April operasi besar.

“Waktu operasi besar diangkat semuanya. Sampai butuh tujuh kantong darah,” ujarnya.

Kini, kondisinya sudah sehat dan tengah menjalani proses penyembuhan.

Walau demikian, dia tak bisa beraktivitas terlalu berat dan harus menjaga pola makannya.

“Kalau berkegiatan memang sesekali masih terasa nyeri. Jadi tetap memilah aktivitas yang
tidak terlalu capek,” ucap Etik.

Perempuan 48 tahun ini merasa bersyukur, beban yang dia tanggung terasa lebih ringan
sebab tak perlu membayar biaya operasi.

Semuanya sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Kalau bayar bisa ratusan juta. Mau jual apa?,” ungkap Etik.

Setelah operasi Etik harus melakukan kontrol secara rutin.

Dari awalnya dua hari sekali untuk mengganti perban hingga kini sebulan sekali untuk mengecek kondisinya.

“Kontrol-kontrol ini juga gratis, tidak ada mengeluarkan biaya sama sekali,” katanya.

Proses penyembuhan penyakit yang membutuhkan waktu lama ini membuatnya harus
mengonsumsi obat secara terus-menerus.

Etik bercerita bahwa hampir seluruh obat ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Sementara dia, hanya membeli beberapa vitamin secara mandiri.

“Gigi saya sampai habis karena minum obat terus,” ujar Etik bercerita.

Etik sendiri merupakan pelaku usaha UMKM.

Produknya sudah masuk pada 200 toko yang tersebar di Jogjakarta.

Dia juga memiliki hobi melakukan riset untuk mengolah makanan dengan bahan kearifan lokal, seperti lidah buaya dan daun kelor.

Hasil penelitiannya sendiri sudah dibukukan.

“Usaha penjualannya sempat terhenti karena perawatan penyakit ini. Memang sangat menguji
sabar dan ikhlas. Tapi BPJS Kesehatan ini meringankan,” imbuhnya.

Etik bercerita jika dia kerap diundang menjadi dosen tamu di beberapa kampus sebagai
motivator pemberdayaan masyarakat untuk mengolah makanan.

Dia ingin terus menciptakan olahan dengan menu-menu yang sehat, tetapi memiliki rasa yang lezat.

Ke depan, Etik mengaku ingin menjadi pribadi yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Dia akan semakin menggiatkan diri utnuk memberikan pelatihan bagi warga ataupun pelaku UMKM lainnya secara gratis.

“Sedekah tidak hanya uang, tetapi juga ilmu,” ucapnya.

Etik sendiri sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan selama tujuh tahun belakangan. Dia
terdaftar sebagai peserta mandiri.

“Saya kelas satu dan bayar Rp150 ribu tiap bulan. Hitungannya murah,” tuturnya.

Dia memilih asuransi BPJS Kesehatan karena sama sekali tidak ada perbedaan penanganan
dengan pasien umum.

Baik itu masalah obat hingga tindakan yang diberikan.

Etik menilai kalau pun dia tidak sakit, biaya yang dikeluarkan juga masih bermanfaat bagi peserta yang lain.

Hal ini dia anggap sebagai bentuk sedekah.

Oleh sebab itu, seluruh keluarganya juga telah didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan.

“Asuransi kesehatan merupakan hal wajib. Kita gatau kapan diberi ujian sakit. Mau menabung
pun, kalau sakit begini, pasti habis juga,” jelas Etik.

Editor : Bahana.
#operasi #Sleman #testimoni #BPJS #jkn #BPJS Keehatan