Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan total kasus DBD di tahun 2023 yang mencapai 114.720 kasus.
Menurut prediksi BMKG, musim kemarau kali ini puncaknya terjadi sekitar bulan Juli dan Agustus 2024.
Musim kemarau pada bulan ini diprediksi terjadi di pulau Sumatera, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Kalimantan Barat, dan juga sebagian Kalimantan Utara.
Lalu untuk bulan Agustus 2024, kemarau diprediksi akan terjadi di sebagian Sumatera Selatan, Jawa Timur, sebagian besar pulau Kalimantan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar pulau Sulawesi, Maluku, dan sebagian Pulau Papua.
Kemunculan kasus DBD di musim kemarau ini dikhawatirkan akan terus meningkat.
Hal ini karena nyamuk Aedes Aegypti, pembawa virus Dengue, lebih aktif saat cuaca panas dan lembab.
Dilansir dari Kemenkes, dr. Imran Pambudi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap DBD.
Kemenkes telah mengeluarkan enam strategi nasional penanggulangan DBD, termasuk penguatan manajemen vektor, peningkatan akses dan mutu tata laksana Dengue, dan penguatan surveilans Dengue.
Vaksin DBD saat ini juga sudah tersedia dan dapat diakses oleh masyarakat.
Vaksin ini dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serius DBD.
Karena kasus DBD selalu meningkat, kita perlu mengetahui apa saja gejala dan juga cara mencegah penyakit DBD.
Baca Juga: Kalah dari Italia di Pertandingan Perdana EURO 2024, Albania Malah Diberikan Sanksi oleh UEFA
Untuk gejala DBD biasanya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri pada tulang dan otot, timbul bercak kemerahan, hidung berdarah, sakit di belakang mata, mual dan muntah, serta kelelahan.
Pencegahan DBD dapat dilakukan dengan menerapkan 3M Plus, yaitu:
- Menguras: Membersihkan bak mandi, vas bunga, atau wadah lain yang berisiko
- Menutup: Rapat tempat penampungan air
- Memanfaatkan: Barang bekas
- Mencegah: Gigitan dan perkembangbiakan nyamuk
Untuk informasi lebih lanjut mengenai DBD, Anda dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor 1500-567 atau SMS ke 081281562620.
Editor : Bahana.