Akhir-akhir ini kasus hipertensi sering kali terdeteksi saat telah berada dalam tahap lanjut. Hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Sehingga banyak penderita yang baru menyadari saat telah melakukan medical check up.
bd268Baca Juga: Tidak Sekadar Nongkrong Menikmati Secangkir Kopi Luwak di Pawon Luwak Coffee, Wisman Tak Bisa Bahasa Inggris, Komunikasi dengan Bahasa Isyarat
Hipertensi apabila tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan penyakit komplikasi yang serius, termasuk penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, serta gangguan penglihatan.
Untuk mengelola hipertensi agar tidak berada diatas normal, pasien dianjurkan untuk bergaya hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, berhenti merokok, tidak stress, serta cukup dalam beristirahat.
Penggunaan obat-obatan juga diperlukan untuk mengontrol tekanan darah. Serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.
bd268Baca Juga: Setelah Tak Lagi Jadi Tempat Pembuangan Sampah, TPST Piyungan Bantul Jadi Sasaran Investor untuk Dijadikan Ini
Baca Juga: Bank Sampah Berseri Ciptakan Aplikasi Sitampah 35 Guna Mudahkan Nasabah Pantau Hasil Tabungan
Olahraga secara teratur, seperti jalan cepat, lari, serta bersepeda, sangat diajurkan untuk mengelola hipertensi.
Kasus hipertensi di usia muda meningkat karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan berlemak dan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, serta mengkonsumsi rokok dan alkohol.
Banyak orang yang mengabaikan gejala ringan seperti sakit kepala dan memilih mengonsumsi obat sakit kepala tanpa melakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Juventus Akhiri Musim dengan Kemenangan Kandang atas Monza
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Sekda Sleman Susmiarto, Punya Misi Wujudkan ASN yang Tertib
Masyarakat disarankan untuk melakukan pemeriksaan apabila merasakan gejala seperti sakit kepala, pusing, tengkuk terasa berat, atau leher terasa kaku.
Medical Check Up dapat membantu mendeteksi hipertensi sejak dini, agar dapat melakukan pencegahan dan pengobatan.