Hal ini membuat seorang Apoteker bernama Rahmat Hidayat angkat bicara menjelaskan fenomena tersebut.
Rahmat Hidayat membenarkan bahwa beberapa obat yang dijual di pasaran, baik itu obat bebas (logo hijau) maupun obat terbatas (logo biru), memiliki struktur kimia yang mirip dengan narkotika.
Hal ini dapat menyebabkan hasil tes narkoba menjadi positif, meskipun yang dikonsumsi bukan narkotika.
Oleh karena itu, Rahmat Hidayat menyarankan bagi orang yang akan melakukan tes narkoba untuk menghentikan konsumsi obat setidaknya 2 hari sebelum tes.
Hal ini untuk memastikan obat yang dikonsumsi telah keluar dari tubuh dan tidak mengganggu hasil tes.
Dilansir dari Jawa Pos, Rahmat Hidayat juga menyebutkan beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan hasil tes narkoba positif :
* Dextrometorfan (obat flu dan batuk)
* Pseudoefedrin (obat hidung tersumbat)
* Pentermin (obat obesitas)
* Ibuprofen (obat nyeri)
* Sertralin (obat depresi)
Baca Juga: Hasil Bayer Leverkusen v VfB Stuttgart: Die Werkself Catatkan 46 laga Tak Terkalahkan
Dari Alca Octaviani ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berhati-hati saat mengonsumsi obat.
Terutama obat yang dijual bebas anda harus selalu memperhatikan kandungan apa saja yang ada dalam obat tersebut.
Jika ragu, konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk memastikan keamanan obat yang akan dikonsumsi.
Editor : Bahana.