Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wajib Diketahui! Ini Dia 3 Dampak Buruk Debu Bagi Kesehatan

Angela Maria Bria Resi • Kamis, 25 April 2024 | 18:36 WIB
Ilustrasi seseorang bersin-bersin karena debu.
Ilustrasi seseorang bersin-bersin karena debu.

RADAR JOGJA - Di mana pun kita berada, debu-debu halus pasti ada, mulai dari di kasur, meja kerja, hingga pakaian.

Makhluk hidup juga bisa berkontribusi pada timbulnya debu di lingkungan, misalnya partikel bulu hewan peliharaan, kecoak mati, spora jamur, dan tungau debu.

Debu-debu ini memang harus dibersihkan rutin, karena ada bahaya debu terhadap tubuh kita.

Dampak buruk debu bagi kesehatan bisa muncul saat terhirup atau menempel di kulit.

Nah, berikut ini merupakan 3 dampak buruk debu jika terhirup hidung yang perlu kamu ketahui.

1. Iritasi saluran napas

Jika Anda menghirup debu dalam jumlah besar dan secara terus-menerus, debu bisa mengiritasi saluran napas atas seperti hidung dan tenggorokan.


Selain menimbulkan batuk atau bersin, bahaya dari iritasi debu di saluran napas juga bisa memicu gejala sakit tenggorokan seperti tenggorokan gatal, perih, dan kering.

Paparan debu dalam jangka panjang nantinya bisa merusak jaringan di sekitar hidung dan tenggorokan.

Kondisi ini bisa meningkatkan produksi dahak di saluran napas atas.

Penumpukkan dahak bisa menghalangi jalan udara sehingga menyebabkan sesak napas.

Jika telah mengiritasi laring (kotak suara), anda juga bisa mengalami suara serak.

Baca Juga: Opening dan Final Digelar di Jogja, PLN Proliga 2024 Digelar Hari Ini di GOR Amongrogo

2. Infeksi saluran pernapasan

Debu berukuran partikel atau yang lebih halus bisa membawa bakteri, virus, atau jamur yang menyebabkan infeksi pernapasan.

Beberapa jenis pernapasan infeksi tersebut bisa menyebabkan pilek atau flu yang menyerang saluran pernapasan atas.

Namun, partikel debu yang sangat halus juga bisa membawa bakteri, virus, atau jamur tertentu sampai ke saluran pernapasan yang lebih dalam seperti trakea, bronkus, dan paru-paru.

Debu yang lebih halus bahkan bisa melindungi mikroorganisme penyebab infeksi dari sistem penyaringan di saluran napas bawah.

Infeksi akan merusak jaringan yang melindungi saluran napas, selanjutnya menyebabkan penumpukan lendir di paru-paru.

Kondisi ini bisa mengakibatkan gejala sering sesak napas.

3. Pneumoconiosis

Melansir Canadian Centre for Occupational Health and Safety, aktivitas atau pekerjaan yang memungkinkan pekerjanya menghirup debu secara terus-menerus bisa menyebabkan bahaya seperti pneumoconiosis.

Pneumoconiosis ditandai dengan munculnya jaringan parut atau luka (fibrosis paru) yang mengelilingi jaringan paru-paru yang sehat.

Kerusakan jaringan di paru-paru tersebut disebabkan oleh paparan debu yang mengandung zat kimia berbahaya seperti asbes, berilium, dan kobalt.

Pneumoconiosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru-paru sehingga membuat pasien kesulitan bernapas dan berisiko tinggi mengalami gagal napas.

Jika anda sering mengalami gangguan pernapasan yang diduga akibat menghirup debu, segera periksakan kondisi pernapasan ke dokter.

Begitu pun ketika paparan debu menyebabkan bahaya berupa iritasi mata dan kulit. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Iritasi #paru-paru #hidung #dampak buruk #saluran pernapasan #Kesehatan #Pneumoconiosis #tenggorokan #debu #lingkungan #infeksi #Terhirup #bahaya