RADAR JOGJA - Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami anemia.
Salah satunya adalah kekurangan zat besi di dalam tubuh.
Pasalnya, zat besi diperlukan tubuh untuk menghasilkan komponen sel darah merah yang dikenal sebagai hemoglobin.
Bila kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, maka sel darah merah akan kekurangan pasokan hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen yang terkandung dalam sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh tubuh.
Nah kekurangan darah tersebut dapat di katakan sebagai Anemia.
Yang mana menunjukan kondisi seseorang yang tak berdaya atau mudah merasa lelah, pusing, cape akibat rendahnya darah.
Anemia sangat beragam jenis dan kondisi nya salah satu nya adalah anemi aplastik yang bisa di katakan langkah dialami oleh seseornag.
Anemia aplastik adalah kondisi ketika sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru dalam jumlah yang cukup.
Penyakit ini menyebabkan jumlah salah satu atau semua jenis sel darah merah menurun.
Maka dari itu yuk mari kita simak ini dia 3 cara mengobati anemia aplastik yang perlu kamu ketahui!
1. Imunosupresan
Pemberian obat imunosupresan dilakukan untuk menekan aktivitas sistem imun yang merusak sumsum tulang.
Imunosupresan akan diberikan kepada penderita anemia aplastik akibat penyakit autoimun.
Beberapa jenis obat yang digunakan adalah ciclosporin atau kortikosteroid.
2. Transplantasi sel punca
Transplantasi sel punca atau transplantasi sumsum tulang dilakukan untuk menggantikan sel yang rusak dengan sel yang sehat.
Metode ini biasanya dilakukan pada pasien usia di bawah 40 tahun dan mendapatkan donor yang cocok, misalnya saudara kandung.
Metode ini juga bisa dilakukan pada pasien yang gejalanya tidak membaik setelah menggunakan imunosupresan.
Namun, prosedur ini juga berisiko bila tubuh pasien menolak sel punca dari pendonor.
3. Stimulan sumsum tulang
Pemberian obat, seperti filgrastim, pegfilgrastim, epoetin alfa, atau eltrombopag, bisa dilakukan untuk merangsang sumsum tulang agar bisa memproduksi sel darah yang baru.
Metode ini sering dikombinasikan dengan pemberian imunosupresan.
Editor : Meitika Candra Lantiva