RADAR JOGJA - Alkohol telah lama dikenal sebagai zat yang dapat mempengaruhi aktivitas otak manusia, termasuk produksi dan efek dopamin, zat kimia pemicu rasa senang di otak.
Berikut gambaran efek alkohol terhadap dopamin:
Meningkatkan produksi dopamin
Konsumsi alkohol dapat meningkatkan produksi dopamin di otak sehingga menimbulkan perasaan depresi, bahagia, dan euphoria.
Inilah salah satu alasan mengapa orang merasa “mabuk” setelah minum alkohol.
Efek jangka panjang
Konsumsi alkohol yang berlebihan atau kronis dapat mengganggu sistem dopamin dalam jangka panjang.
Hal ini dapat menyebabkan penurunan sensitivitas terhadap dopamin, yang berarti seseorang mungkin memerlukan alkohol dalam jumlah lebih banyak untuk mendapatkan efek yang sama.
Terkait dengan kecanduan
Baca Juga: Film Badarawuhi di Desa Penari akan Rilis Perdana di Bioskop Amerika dan Seluruh Dunia
Peningkatan produksi dopamin akibat konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan risiko berkembangnya kecanduan.
Ketika seseorang meminum alkohol secara teratur, otak dapat beradaptasi dengan tingkat dopamin yang lebih tinggi, sehingga membuatnya lebih rentan terhadap kecanduan.
Pengaruh terhadap emosi dan perilaku
Perubahan sistem dopamin juga dapat mempengaruhi emosi dan perilaku seseorang.
Misalnya, meminum alkohol dapat menyebabkan penurunan hambatan, peningkatan risiko perilaku impulsif, dan penurunan kemampuan mengendalikan emosi.
Terkait gangguan jiwa
Terlalu banyak minum alkohol juga dapat meningkatkan risiko gangguan jiwa, seperti depresi dan kecemasan.
Hal ini mungkin terkait dengan perubahan sistem dopamin dan sistem neurotransmitter lain di otak.
Memahami dampak alkohol terhadap dopamin dapat membantu meningkatkan kesadaran akan risiko konsumsi alkohol berlebihan atau kronis.
Penting untuk selalu meminum alkohol dengan hati-hati dan dalam batas yang disarankan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Editor : Bahana.