Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Permintaan Darah selama Ramadan Tetap tapi Jumlah Pedonor Turun, PMI DIY Menabung Darah sebelum Puasa 

Heru Pratomo • Selasa, 27 Februari 2024 | 13:38 WIB
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo (kanan) didampingi Plt Ketua PMI Kota Jogja Haka Astana
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo (kanan) didampingi Plt Ketua PMI Kota Jogja Haka Astana

RADAR JOGJA - Kebutuhan darah selama bulan Ramadan tak berkurang tapi jumlah pedonor darah menurun. Karena itu sebelum masuk Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) berharap bisa menabung stok darah dengan masyarakat bisa mendonorkan darah.

 

"Pengurus untuk sesegera mungkin untuk membuat kegiatan donor darah yang cukup besar, masyarakat bisa donor sebelum puasa," kata Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo dalam jumpa pers Senin (26/2).

Menurut dia, pengalaman selama ini permintaan darah tidak berkurang tapi sebaliknya pedonor darah sedikit karena sedang berpuasa. Karena itu Gusti Prabu berharap dua pekan menjelang Ramadan ini bisa menabung stok darah dari pedonor. Sehingga saat puasa tudy ada kekurangan darah.

"Harus terpogram sehingga ketersediaan darah jangan sampai kekurangan," pesannya.

Menurut dia, untuk menabung stok darah dari masyarakat PMI membuka kesempatan pada kelompok maupun perorangan yang hendak mendonorkan darahnya. Untuk perorangan bisa mendatangi kantor-kantor PMI di tiap kabupaten dan kota.

Sedang untuk donor darah massal, pihaknya bisa menjadwalkan mobil unit donor darah untuk mendatangi lokasi. "Akan dilihat jumlah pesertanya kalau kurang dari 100 bisa dengan bus," ungkapnya.

Plt Ketua PMI Kota Jogja Haka Astana menambahkan, selama bulan Ramadan sendiri PMI tetap menggelar donor darah. Bahkan sudah menjadi agenda rutin untuk menggelar donor darah massal di Masjid Gede Kauman seusai salah tarawih.

"Kami sudah berkirim surat dan harapannya tahun ini kembali digelar," paparnya.

Untuk kebutuhan darah sendiri, mantan Kapolda DIY itu menyebut stok darah saat ini relatif cukup. Bahkan bisa melayani permintaan dari semua rumah sakit. Bahkan bisa untuk konsolidasi PMI kabupaten lain di DIY. 

 

Selama Ramadan dan Lebaran sendiri diperkirakan permintaan darah akan mengalami peningkatan. Itu juga terkait dengan mobilitas warga yang mudik lebaran. Ada yang harus cuci darah sesuai jadwal sehingga harus dilakukan di Jogja saat pulang kampung.

Di Kota Jogja, lanjut Haka, sejak Juli 2023 lalu jumlah permintaan darah selalu meningkat. Kini rerata per bulan bisa menampung dan menyalurkan darah hingga 4.200. Atau sehari rerata melayani 140 aktivitas pengolahan darah. Sedang untuk jumlah pedonor, yang tercatat di database PMI Kota Jogja mencapai 900 sukarelawan.

"Itu yang tercatat, yang belum tercatat lebih banyak," ujarnya.

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #donor darah #PMI #ramadan #Haka Astana #GBPH Prabukusumo #lebaran